ADVERTISEMENT

KPK Masih Verifikasi Laporan Upaya Percobaan Suap Irjen Ferdy Sambo

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 22:37 WIB
Gedung baru KPK
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dilaporkan ke KPK terkait upaya suap demi menghambat pengusutan perkara kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Sudah sejauh apa laporan upaya suap itu?

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan hingga saat ini KPK tengah melakukan verifikasi penelaahan laporan tersebut. Nantinya KPK bakal berkomunikasi dengan pihak pelapor.

"Saat ini masih verifikasi telaahan dan nanti ada komunikasi dan koordinasi dengan pelapor," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (18/8/2022).

Ali menyebutkan KPK bakal berpedoman pada ketentuan peraturan pemerintah soal kewajiban melakukan verifikasi laporan sehingga pelapor juga bakal dipanggil oleh KPK.

"Penegak hukum itu wajib, ya, wajib kemudian nanti melakukan verifikasi. Artinya apa? Nanti pelapor pasti akan dihubungi oleh tim pengaduan masyarakat KPK dalam rangka verifikasi laporannya," sebut Ali.

Ali menyatakan KPK juga membutuhkan waktu dalam menelaah laporan dugaan upaya suap terhadap Irjen Ferdy Sambo itu. Menurut dia, KPK memiliki tenggat waktu 30 hari kerja untuk menuntaskan laporan itu.

"Berapa waktu lamanya waktu itu yang dibutuhkan? Kalau di peraturan pemerintah adalah 30 hari kerja. Artinya begini... kami butuh waktu tentunya ketika menerima laporan dari masyarakat tidak begitu saja kemudian selesai. Butuh waktu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK memastikan bakal menindaklanjuti laporan upaya suap eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Jika layak, KPK bakal melakukan penyelidikan.

"Sepanjang ada laporan dan laporan tersebut layak untuk kami tindaklanjuti melalui proses penyelidikan. Tentu kami akan tindaklanjuti," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu, (17/8)

Ghufron menjelaskan, secara prosedural, pihaknya bakal menindaklanjuti laporan itu. Untuk kemudian diputuskan apakah laporan itu masuk tindak pidana korupsi.

"Tentu secara prosedural, kami akan menindaklanjuti untuk kemudian ditelusuri apakah benar laporan tersebut adanya dugaan tindak pidana korupsinya," jelas Ghufron.

Diketahui, Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) melaporkan Irjen Ferdy Sambo ke KPK. TAMPAK menilai suap yang dicoba dilakukan Sambo merupakan perintangan penyidikan (obstruction of justice) perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Perwakilan TAMPAK Judianto Simanjuntak menyebut perkara dugaan suap itu penting diusut oleh KPK.

"Sisi lain pengusutan dugaan suap penting. Karena hal itu (Ferdy Sambo coba suap LPSK) bisa menghambat pengusutan kasus dugaan pembunuhan Yoshua (Brigadir J)," kata Judianto kepada detikcom, Selasa (16/8).

Judianto mengatakan upaya suap itu merupakan salah satu cara Ferdy Sambo menutupi fakta-fakta pembunuhan Brigadir J agar tidak terbongkar ke publik.

"Itu cara menutupi peristiwa yang sebenarnya," jelasnya.

"Harapannya agar KPK mengusut dugaan suap kepada staf LPSK, melakukan penyelidikan dan penyidikan," tutup Judianto.

(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT