ADVERTISEMENT

Sahroni Unggah Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI, Minta Polisi Transparan

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 13:55 WIB
Ahmad Sahroni didampingi pengacaranya, Arman Hanis memberikan pernyataan soal pelaporan kepada Adam Deni di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).
Ahmad Sahroni (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengunggah sebuah tulisan di Instagram pribadinya tentang kasus dugaan pembunuhan pensiunan TNI. Sahroni meminta Polri mengusut kasus ini dengan transparan

Dilihat detikcom, Kamis (18/8/2022), Sahroni mengunggah foto yang menampilkan terduga pelaku dan korban pembunuhan bersimbah darah. Dalam caption foto itu, Sahroni menyebut korban dalam peristiwa pembunuhan adalah seorang purnawirawan TNI berpangkat letkol, namanya Muhammad Mubin.

"Berita duka dari Letjen Purn Yayat Sudrajat: Letkol Inf Purn H Muhammad Mubin (Akmil '82, terakhir Dandim Tarakan, pensiun dini, kerja di Pertamina dan sudah pensiun di Pertamina) telah dibunuh oleh Aseng Pemilik toko di Lembang tanggal 16 Agustus sekitar jam 08.15," tulis Ahmad Sahroni di Instagramnya seperti dilihat detikcom.

Adapun kronologi peristiwa dugaan pembunuhan ini juga diungkap. Peristiwa ini bermula ketika Mubin memarkirkan mobil yang dikendarainya di depan toko terduga pelaku bernama Aseng, Sahroni menyebut Aseng marah karena Mubin memarkirkan mobil di depan tokonya, kemudian Mubin ditusuk oleh Aseng.

"Kronologi kejadian : Letkol Purn M Mubin yang bekerja sekarang sebagai sopir di perusahaan Meubel pagi itu mengantar anak bos-nya sekolah TK, kemudian parkir sebentar di depan toko Aseng tersebut, karena akan menyebrangkan anak bos-nya ke TK yang terletak di seberang jalan. Aseng marah-marah karena parkir di depan tokonya dan menusuk Letkol M Mubin yang berada di dalam mobil," kata Sahroni.

Setelah ditusuk, Mubin disebut sempat mencari pertolongan. Namun, nyawanya tidak tertolong karena dia kehabisan darah akibat luka tusukan dari Aseng.

"Kemudian Letkol M Mubin menjalankan mobil untuk minta pertolongan, karena darah banyak yang keluar akhirnya dia meninggal dunia. Ada upaya-upaya Polsek setempat untuk merekayasa kejadian dengan meminta damai kepada keluarga almarhum dengan alasan bahwa pelaku adalah orang kuat, dan kenal dekat dengan Polda Jabar," ucapnya.

Politikus NasDem itu menyebut ada upaya aparat merekayasa kasus ini. Sahroni pun meminta Polri mengusut kasus ini dengan transparan.

"Laporan yang dibuat sangat menyudutkan almarhum (laporan sepihak dari saksi-saksi karyawan Aseng). Salah satu saksi yang kebetulan yang menyelamatkan anak bos dari Letkol M Mubin membantah kesaksian-kesaksian karyawan Aseng tersebut. Letjen Yayat mengharapkan dukungan kita semua agar Polisi transparan dalam pengusutan kasus tersebut. @divisihumaspolri tolong sangat perhatian tentang ini," pinta Sahroni.

Terkait dugaan rekayasa kasus, Sahroni mengaku sudah mendapat respons dari Polda Jabar. Polisi menegaskan tidak ada rekayasa dalam kasus ini dan akan menindak tegas pelaku.

"Mohon maaf kejadian di wilayah Polda Jabar, dan sudah diinfokan oleh Kapolda Jabar bahwa tidak ada rekayasa dan segera ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Tonton juga Video: Seberapa Jauh Istri Sambo Terlibat di Kasus Pembunuhan Brigadir J?

[Gambas:Video 20detik]



(zap/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT