ADVERTISEMENT

Adu Perspektif: Refleksi Kemerdekaan, Berharap Banyak pada Polri

Edward F. Kusuma - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 12:34 WIB
Jakarta -

Tepat pada HUT ke-77 bangsa Indonesia, dorongan untuk reformasi di tubuh Polri menggema dari berbagai lapisan, khususnya koalisi masyarakat sipil. Momentum ini diharapkan jangan sampai dilewatkan begitu saja.

Sorotan publik terkait kasus Brigadir J dan langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak berhenti di satu titik. Reformasi Polri harus terus dijalankan agar dapat memperbaiki sistem yang ada selama ini.

"Ini momentum untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Jangan sampai momentum ini dilewatkan begitu saja, yaitu reformasi Polri untuk memperbaiki sistem selama ini," ujar Presiden Jokowi dalam wawancara kepada wartawan di Istana Merdeka, Minggu (14/8/2022)

Dalam kasus Brigadir J, Presiden Jokowi setidaknya sudah empat kali mengeluarkan pernyataan. Intinya, Presiden menginginkan agar kasus kematian Brigadir J diungkap apa adanya, terbuka, dan tidak ada yang ditutupi. Kasus ini menjadi tantangan citra dan kredibilitas Polri di masyarakat.

Adu Perspektif malam ini mengangkat topik 'Refleksi Kemerdekaan: Berharap Banyak pada Polri' bersama Panda Nababan (jurnalis senior bidang hukum), Hermawan Sulistyo (guru besar Universitas Bhayangkara Jaya), dan Krisnadi Ramajaya Hoegeng (cucu mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso). Saksikan secara langsung di web serta kanal Youtube detikcom, Rabu (17/8/2022) pukul 19.30 WIB.

(edo/ids)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT