22 Ribu Siswa SMP di Jatim Tak Lulus UN

22 Ribu Siswa SMP di Jatim Tak Lulus UN

- detikNews
Senin, 26 Jun 2006 20:24 WIB
Surabaya - Lebih dari 22 ribu atau sekitar 5 persen dari 455.767 siswa SMP se Jatim dinyatakan tidak lulus ujian nasional.Kenyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jatim, Dr H Rasiyo MSi, saat dihubungi wartawan di kantornya Jalan Genteng Kali Surabaya, Senin (26/6/2006).Menurut Rasiyo, persentase siswa yang tidak lulus sekarang menurun dibandingkan tahun lalu. Pada 2005 sebanyak 10 perseb siswa tidak lulus, sekarang hanya 5 persen.Sayangnya, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tidak menjabarkan secara rinci perolehan nilai rata-rata hasil Unas di tingkat Propinsi, sehingga tidak diketahui Jatim berada di urutan ke berapa secara nasional.Berdasar data yang dirilis Dinas P dan K Jatim, peringkat pertama nilai rata-rata Unas SMP diduduki Kabupaten Magetan. Dengan nilai rata-rata 24,72 dari tiga mata pelajaran yang diujikan (Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris). Peringkat kedua dan ketiga masing-masing diduduki Kabupaten Pamekasan dengan nilai rata-rata 23,94, dan Kota Madiun dengan nilai rata-rata 23,48.Sedangkan peraih nilai tertinggi di Jawa Timur, yakni Yanis Widya Ningrum SMPN 1 Surabaya dengan nilai 30, Johar Kurnia Taslim SMPN 6 Surabaya, Venia Anindita Darsono SMPN 3 Malang, Firmantya Hadi Pranoto SMPN 4 Kepanjen Malang, Hilman Fathoni SMPN 1 Bondowoso, Indra Puspa Dewi SMPN 1 Pamekasan, dan Satria Syahriful Muzakki SMPN 4 Kepanjen Malang, masing-masing mendapat nilai 29,8.Nilai rata-rata untuk masing-masing mata pelajaran yang diujikan juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Mata pelajaran Bahasa Indonesia 7,76, tahun lalu 6,8, mata pelajaran Matematika 7,02 tahun lalu 7,01, dan mata pelajaran Bahasa Inggris 6,73 tahun lalu 6,01. Bagi lebih dari 22 ribu siswa yang dinyatakan tidak lulus, Rasiyo menganjurkan untuk mengikuti paket B. Jika tidak, maka mereka harus mengulang satu tahun pembelajaran kelas reguler. Kejar paket B akan dilaksanakan pada Juli mendatang. Rasiyo mengatakan, pelaksanaan kejar paket B dan C telah dimajukan dari jadwalnya. Menurut rencana, kejar paket B akan dilakukan antara September dan Nopember. Namun akhirnya dimajukan pada Juli. Hal itu dilakukan karena penerimaan siswa baru mulai dilakukan pada Juli. "Sehingga siswa yang tidak lulus bisa mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) bagi calon mahasiswa baru dan Penerimaan Siswa Baru (PSB) bagi calon murid SMA tepat pada waktunya," ujarnya.Mengenai mata pelajaran bagi Paket B, terdiri dari PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan IPS. Keseluruhan mata pelajaran tersebut tidak lepas dari pelajaran reguler setiap harinya Surabaya 1.900 Gagal LulusPlt Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Heru Asri Poerno menuturkan, untuk saat ini, peserta Unas SMP se-Surabaya yang tidak lulus sebanyak 5,8 persen atau lebih dari 1.900 siswa dari total peserta 33.059 siswa SMP/Mts. Angka siswa tidak lulus turun dibanding tahun lalu yang mencapai 12,28 persen. Surabaya menduduki peringkat ke 15 di antara 38 kabupaten/kota di Jatim, dengan nilai rata-rata 22,32. Dijelaskannya, Surabaya berada di urutan ke 15 karena jumlah sekolah di Surabaya lebih banyak dibanding daerah lain. Jumlah SMP di Surabaya saja mencapai 301 sekolah. Jumlah itu belum termasuk MTs dan SLB. Sementara peringkat Unas SMP di Surabaya berdasarkan nilai rata-rata, diduduki SMPN 1 sebesar 27,87, SMPN 3 sebesar 26,94, SMPN 2 sebesar 26,37, SMPN 6 sebesar 26,32, dan SMP Al Hikmah 25,95. (mar/)


Berita Terkait