Warga Bendung Tol Gempol
Senin, 26 Jun 2006 20:01 WIB
Sidoarjo - Puluhan warga Desa Siring dan Reno Kenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo membendung tol Surabaya-Gempol di KM 37.800. Mereka melakukan itu untuk mencegah luapan lumpur ke desa mereka. Peristiwa ini terjadi Senin (26/6/2006) sore. Mereka memerintahkan sopir dump truck yang sedang mengangkut pasir batu (sirtu) untuk jembatan bailey Gempol-Surabaya untuk menurunkan sirtu untuk membuat tanggul di pinggir jalan tol kilometer 38.Kemarahan warga ini dipicu dengan aliran lumpur dari jalan tol sudah mengalir ke pemukiman penduduk khususnya RT VII Desa Siring dan sebagian ke kawasan Reno Kenongo.Sementara itu, akibat luapan lumpur yang makin deras, jalan tol dari arah Surabaya-Gempol (A) maupun sebaliknya (jalur B) baru akan dibuka kembali oleh PT Jasa Marga jika ketinggian lumpur di km 38 menurun sampai 20 centimeter.Rencana itu disampaikan Kepala PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Bachriansyah. Menurutnya, untuk mengatasi luapan lumpur, saat ini alat pembersih lumpur milik Yon Zipur 5/Kepanjen Malang masih terus melakukan pembersihan lumpur di KM 38.Namun untuk sementara alat ini tidak bisa maksimal karena lumpur masih terus mengalir deras dan menggenangi jalan tol hingga ketinggian 45 centimeter."Kami berharap kepada Tim I yang bertugas mematikan lumpur dengan snubbing unit agar cepat selesai, sehingga jalan tol bisa dibersihkan dan dibuka kembali," katanya.Saat ini pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan membuka jalan tol, jika ketinggian genangan lumpur belum menurun di titik 20 centimeter. Bachriansyah berharap, besok lusa (Rabu 28/6/2006) proses pemasangan snubbing unit sudah selesai, sehingga jalan tol bisa dibersihkan serta penanggulangan pinggir jalan dapat dilakukan kembali.Dengan adanya penutupan jalan tol ini, maka kendaraan yang biasanya melewati jalan tol terpaksa dipindahkan melalui Jalan Raya Porong-Jl Kejapanan, dan kini menimbulkan kemacetan hingga sepanjang 10 kilometer.
(mar/)











































