Kadis Diknas DKI Tak Tahu Besar Tarif SMS untuk Hasil UN
Senin, 26 Jun 2006 19:37 WIB
Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadis Diknas) DKI mengaku tidak tahu besaran tarif SMS yang dikirimkan ke 3977 untuk mengetahui hasil ujian nasional (UN). Tapi, dia membantah pengiriman SMS untuk mengetahui kelulusan siswa SLTP itu membebani rakyat. "Saya tidak tahu, itu urusan teknis," tandas Kadis Diknas DKI Jakarta Sylviana Murni saat dihubungi detikcom, Senin (26/6/2006) saat ditanya mengapa tarif SMS untuk kelulusan UN ini dipatok dengan tarif premium, Rp 2.200 per SMS. Menurut Sylvi, Diknas DKI tidak bermaksud membebani rakyat dengan fasilitas SMS ini. "Tidak ada maksud membebani rakyat. Tapi ini merupakan tuntutan permintaan masyarakat," kata perempuan berwajah cantik yang mantan None Jakarta ini. Sylvi juga menegaskan pengumuman kelulusan lewat SMS ini juga bisa menghindari tradisi aksi corat-coret setelah kelulusan diumumkan. "Tujuan akses lewat sms agar dapat diakses dengan cepat. Ini seperti jalan tol saja, kalau mau cepat silakan, kalau tidak mau juga tidak apa-apa. Masyarakat bebas memilih," ucap dia. Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) telah membuat edaran mengenai pengumuman kelulusan siswa SLTP. Dalam edaran yang ditandatangani Ketua BNSP Prof Dr Bambang Soehendro tertanggal 24 Juni 2006, BNSP menyerahkan mekanisme teknis pengumuman kelulusan kepada masing-masing sekolah pada pukul 14.00 WIB. Selain itu, pengumuman kelulusan juga dapat dilihat melalui internet dengan cara membuka situs: http://psb-smpdki.org dan melalui SMS dengan cara mengetik: mpsb(spasi)nomor ujian(spasi)unas, dikirim ke 3977. Sayangnya, dalam edaran itu tidak disebutkan berapa tarif SMS yang dipatok untuk mengetahui kelulusan siswa SLTP itu. Dan ternyata, kiriman per SMS untuk mengetahui kelulusan maupun untuk mengetahui nilai mata pelajaran dipatok dengan tarif tinggi, Rp 2.200 per SMS. Total biaya yang harus dikeluarkan Rp 8.800 untuk 4 informasi, yakni lulus atau tidak, nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.Pengumuman hasil UN melalui SMS ini dirancang sebagai kerja sama antara Diknas DKI dengan operator telepon. Sayangnya Sylvi enggan berkomentar lebih jauh. Sama seperti halnya ketika ditanya soal keuntungan dan ke mana hasil keuntungan itu akan dimasukkan. "Itu semua urusan teknis, yang mengatur staf saya. Yang pasti kita akan menyampaikan secara transparan sesuai koridor ketentuan yang berlaku. Kalau ketentuannya ke kas," urainya. Kas siapa?
(ndr/)











































