6.317 Siswa SMP di DIY Tidak Lulus
Senin, 26 Jun 2006 18:01 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 6.317 siswa SLTP di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak lulus ujian nasional (UN) yang diumumkan serentak hari ini, Senin (26/6/2006). Tingkat kelulusan di beberapa SMP swasta 0 persen. Dari 6.317 siswa yang tidak lulus tahun ini setara dengan 13,45 persen dari total 46.958 siswa. Namun dibandingkan tahun lalu, angka kelulusan tahun ini lebih besar. Tahun lalu kelulusan siswa SMP hanya 80 persen. Sedang tahun ini mencapai 86,55 persen. "Memang dari sisi kuantitas, angka sebesar itu cukup besar. Tapi dibanding tahun lalu kelulusan tahun ini lebih besar atau meningkat 6,5 persen dari 80 persen menjadi 86,55 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan DIY, Sugito kepada wartawan di kantornya, Jl Cendana, Yogyakarta, Senin (26/6/2006).Menurut Sugito, peningkatan kelulusan itu disebabkan adanya sosialisasi sejak awal sehingga siswa bisa mempersiapkan diri lebih baik. Pada tahun ini juga tidak ada ujian susulan seperti tahun sebelumya.Meski ada kenaikan angka kelulusan, Sugito mengaku agak kecewa karena ada beberapa sekolah swasta yang angka kelulusannya nol persen. Angka kelulusan nol persen terjadi pada sekolah swasta yang masing-masing sekolah hanya memiliki 5 hingga 10 siswa saja. Ketika didesak sekolah mana saja yang mempunyai angka kelulusan nol persen atau kurang dari 50 persen, Sugito tidak bersedia menyebutkannya. "Untuk nama sekolah dan berada di mana, maaf kami tidak mau menyebutkannya," kata Sugito.Oleh karena tidak ada ujian susulan, kata dia, siswa yang tidak lulus bisa mengikuti ujian paket B yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di setiap kecamatan. Ujian Paket B ini akan berlangsung pada November mendatang yang diawali dengan mengikuti proses belajar selama 3 bulan terlebih dahulu. "Kami juga meminta agar sekolah SMA bisa menerima mereka yang lulus dalam paket B. Hanya saja, tentu siswa ini harus bisa mengejar ketertinggalan pelajarannya mengingat penerimaan siswa baru SMA akan berlangsung pada pertengahan Juli ini," demikian Sugito.Berdasarakan pantauan detikcom, pengumuman kelulusan siswa SMP tidak diwarnai aksi konvoi kendaraan sepeda motor seperti yang terjadi pada siswa SMA dan SMK. Siswa yang lulus hanya meluapkan kegembiraannya dengan aksi corat-coret di baju seragam mereka.
(asy/)











































