ADVERTISEMENT

Dunia Dihadang Double Crisis, Ini Langkah yang Perlu Diambil RI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 09:39 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut. Di saat warga sedang berlindung dari peperangan itu, ada seorang warga malah asyik mancing di distrik Vyshhorod.
Ilustrasi perang Ukraina (AP Photo/Evgeniy Maloletka)
Jakarta -

Dunia sedang dilanda krisis terus-menerus. Indonesia pun dinilai perlu mengambil beberapa langkah penting agar bisa selamat dari krisis global ini.

Hal ini diungkap oleh Managing Director Paramadina Public Police Institute (PPI) Khoirul Umam dalam diskusi Paramadina Democracy Forum seri ke-4, Rabu (17/8/2022). Krisis tersebut salah satunya pandemi Corona.

"Dunia sedang menghadapi double hit crisis. Pertama, situasi pandemi COVID-19 yang menjebak ekonomi dunia masuk dalam resesi yang luar biasa, dengan dampaknya yang signifikan," ungkap Khoirul dalam diskusi.

Dia menilai efek COVID-19 belum hilang. Apalagi rerata kasusnya masih tinggi.

"Masalah saat ini, yakni COVID, sudah mulai dapat dikendalikan, tapi pandemi COVID-19 tetap tidak bisa dihilangkan. Fakta per hari ini WHO, data penderita COVID-19 masih cukup tinggi. Rerata masih melebihi angka di awal tahun 2022," ujarnya.

Selain pandemi Corona, ada pula hal yang tak terprediksi seperti perang Rusia-Ukraina. Perang ini pun memberikan dampak yang signifikan kepada ketidakpastian global.

"Ada juga muncul situasi unpredictable, yakni perang Rusia-Ukraina. Perang itu diakibatkan oleh, pertama, adanya classic leadership style dari karakter pemimpin yang begitu garang dan adanya strategic miscalculation," tuturnya.

"Dua situasi di ataslah yang kini menciptakan dampak luar biasa bagi ekonom dunia, terutama dari sisi supply chain. Supply chain bermasalah itulah yang memunculkan dampak yang semakin parah bagi ekonomi global," lanjutnya.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu dibangun narasi kebersamaan menjelang G20.

"Menjelang G20 di Indonesia, narasi yang dibangun hendaknya adalah narasi kebersamaan. Jika Barat vs China dan Rusia masih terus bersitegang, maka impact tidak akan berhenti," jelasnya.

Selain itu, Indonesia dinilai perlu mengambil beberapa langkah penting. Salah satunya rasionalisasi kebijakan.

"Harus dilakukan langkah-langkah rasionalisasi terhadap kebijakan-kebijakan. Contoh paling mudah adalah membangun IKN yang harus dirasionalisasi. Jangan memaksakan diri melanjutkan kebijakan yang akan membahayakan ekonomi rakyat secara keseluruhan," kata Khoirul.

Simak video 'Jokowi Prediksi Ekonomi 2023 Tumbuh Sebesar 5,3%':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT