Pengumuman UN Lewat SMS Aji Mumpung, Harus Dicabut!

Pengumuman UN Lewat SMS Aji Mumpung, Harus Dicabut!

- detikNews
Senin, 26 Jun 2006 16:21 WIB
Jakarta - Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) melalui SMS menuai kritik pedas. Penggunaan teknologi SMS dengan tarif Rp 2.200 ke nomor 3977 itu dianggap hanya akal-akalan mencari keuntungan semata."Saya meminta akses hasil UN lewat SMS dicabut. Sebab dilihat dari nilai rupiah SMS yang terlalu besar, itu membebani rakyat," cetus anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E Bidang Kesejahteraan Ahmad Husein Alaydrus kepada detikcom di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta, (26/6/2006).Menurutnya, apa yang dilakukan Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) hanya aji mumpung, memanfaatkan momen pengumuman UN. "Mereka hanya mencari-cari kesempatan saja," cetus politisi Partai Demokrat ini.Pria yang akrab disapa Habib ini, malah meminta agar Dikdas DKI melakukan cara yang seperti dahulu, dengan mengumumkannya langsung di sekolah masing-masing."Dengan begitu guru-guru dapat mengawasi siswanya," tandasnya mengakhiri perbincangan.Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) telah membuat edaran mengenai pengumuman kelulusan siswa SLTP. Dalam edaran yang ditandatangani Ketua BNSP Prof Dr Bambang Soehendro tertanggal 24 Juni 2006, BNSP menyerahkan mekanisme teknis pengumuman kelulusan kepada masing-masing sekolah pada pukul 14.00 WIB.Selain itu, pengumuman kelulusan juga dapat dilihat melalui internet dengan cara membuka situs: http://psb-smpdki.org dan melalui SMS dengan cara mengetik: mpsb(spasi)nomor ujian(spasi)unas, dikirim ke 3977. Sayangnya, dalam edaran itu tidak disebutkan berapa tarif SMS yang dipatok untuk mengetahui kelulusan siswa SLTP itu.Dan ternyata, kiriman per SMS untuk mengetahui kelulusan maupun untuk mengetahui nilai mata pelajaran dipatok dengan tarif tinggi, Rp 2.200 per SMS. Total biaya yang harus dikeluarkan Rp 8.800 untuk 4 informasi, yakni lulus atau tidak, nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. (ndr/)



Berita Terkait