Hasil UN Via SMS Itu Bisnis & Tanpa Persetujuan DPR
Senin, 26 Jun 2006 16:04 WIB
Jakarta - Anggota Komisi X DPR dari FPAN Ade Firdaus menyesalkan pengumuman ujian nasional (UN) dibisniskan lewat layanan pesan singkat (SMS). "UN kok jadi sama kayak Indonesia Idol. Pakai SMS begitu," ketus Ade di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/6/2006).Menurut dia, DPR sudah mengalokasikan dana untuk pelaksanaan UN dalam APBN. Jadi seharusnya tidak ada biaya lagi, termasuk biaya ujian ulangan."Itu kan bisnis. Sampai kini DPR belum tahu operatornya. Yang jelas ini di luar kesepakatan DPR dengan Mendiknas. Kita tidak pernah menyetujui hal-hal semacam ini," ujarnya.DPR akan akan meminta penjelasan dari pemerintah. "Rabu malam kita ada rapat lagi dengan Mendiknas. Di situ, kita akan kejar semua tentang UN," kata Ade.Pengumuman kelulusan UN SMP dapat diketahui siswa lewat layanan SMS. SMS itu dipatok dengan tarif premium sebesar Rp 2.200.Satu SMS hanya untuk satu informasi. Sedangkan informasi yang ingin diperoleh siswa ada 4, yakni lulus atau tidak, nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Total biaya yang harus dikeluarkan Rp 8.800.
(aan/)











































