Komnas HAM: Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Berat Tak Ada Kadaluwarsa

ADVERTISEMENT

Komnas HAM: Penanganan Kasus Pelanggaran HAM Berat Tak Ada Kadaluwarsa

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 17:37 WIB
Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung di Purworejo, Senin (28/9/2021).
Beka (Rinto Heksantoro/detikcom)

Komnas HAM Gelar sidang Paripurna

Sebelumnya, Komnas HAM akan menggelar sidang paripurna untuk menentukan anggota tim ad hoc. Pembentukan tim ad hoc itu untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat di kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

"Kita belum tahu (anggota tim ad hoc), nanti keputusannya baru akan September. Keputusannya itu siapa saja yang jadi anggota tim ad hoc, terus kemudian apakah dari komisioner yang sekarang atau yang lain, itu kita putuskan di sidang paripurna bulan September," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).

Beka menjelaskan, tim ad hoc dibentuk untuk mengetahui ada atau tidaknya pelanggaran HAM berat dalam kasus kematian Munir. Dia menyebutkan, dari hasil penyelidikan itu, nantinya dapat diketahui adanya indikasi pelanggaran HAM berat atau tidak.

Sementara itu, pada Jumat (12/8), Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) menuntut janji Komnas HAM terkait kasus tewasnya Munir. Sejumlah aktivis mendatangi Komnas HAM untuk melakukan aksi simbolik.

Massa KASUM tampak berdiri di depan kantor Komnas HAM dengan membawa topeng wajah Munir sekaligus poster #MASIHINGAT.

"Pembunuhan Munir, Pelanggaran HAM Berat," bunyi poster yang dibawa massa KASUM.


(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT