ADVERTISEMENT

Setara: Pengusutan Kasus Sambo Mengesankan Penegakan Hukum yang Tegas

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 14:40 WIB
anggota Pansel Capim KPK Hendardi
Ketua Setara Institute Hendardi (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan proses penegakan hukum dan etik dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat telah mengesankan hukum tak pandang bulu dalam tubuh Polri. Dia pun mengingatkan agar proses benar-benar adil, akuntabel, dan terbuka.

"Secara umum penetapan status tersangka untuk FS (Irjen Ferdy Sambo) serta beberapa personel lain dan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik oleh Tim Khusus bentukan Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) bisa dikatakan telah mengesankan penegakan hukum yang lebih tegas dan tidak pandang bulu di dalam Polri," kata Hendardi dalam keterangan tertulis, Selasa (16/8/2022).

"Namun penerapan status tersangka maupun dugaan pelanggaran kode etik terhadap puluhan personel baik dari Polres Jaksel, Polda Metro Jaya (PMJ) maupun Mabes Polri mesti benar-benar fair, akuntabel, dan terbuka dalam prosesnya," sambung Hendardi.

Rasa adil dan transparansi, menurut Hendardi, penting bagi anggota Polri agar tak terjadi demoralisasi imbas kasus Ferdy Sambo. Dia pun mendorong personel yang diperiksa Inspektorat Khusus dan terbukti melakukan pidana dijerat proses pidana umum.

"Untuk anggota yang diduga melanggar etik tentu dapat dijerat pidana apabila dapat dibuktikan yang bersangkutan memang terkait langsung dengan peristiwa pidananya atau turut serta membantu tindak pidana," ucap Hendardi.

Dia pun mengingatkan agar proses pidana kepada para terduga pelaku diterapkan secara hati-hati dan dengan tanggung jawab. Hendardi menilai banyaknya anggota Polri yang terlibat sebenarnya hanya korban skenario awal yang dikarang Irjen Ferdy Sambo.

"Namun penetapan jerat pidana tersebut mesti dilakukan secara berhati-hati dan bertanggung jawab, serta harus cukup terbuka tentang tindak pidana apa yang dilakukan yang bersangkutan. Banyak anggota yang sebenarnya hanyalah korban skenario di awal kasus ini muncul," tutur Hendardi.

Hendardi kemudian beranggapan pentingnya mempertimbangkan kondisi mental dan moral anggota, juga kewibawaan institusi Polri dalam proses pemeriksaan etik serta dugaan tindak pidana. "Melihat cukup banyak personel Polri yang diperiksa berkaitan dengan pelanggaran etik dan pidana, sangat penting dipertimbangkan tentang kondisi mental dan moral anggota serta kewibawaan institusi," lanjut Hendardi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Dijadikan Tersangka

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT