Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Sejarah dan Isinya

ADVERTISEMENT

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Sejarah dan Isinya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 13:33 WIB
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Sejarah dan Isinya
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Sejarah dan Isinya | Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dan sejarahnya perlu diketahui. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu bukti sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Simak informasi tentang teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dan sejarahnya berikut ini.

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Dilansir dari situs Kemdikbud, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah hasil ketikan naskah tulisan tangan Ir. Soekarno yang disetujui oleh peserta sidang perumusan proklamasi atas usul Soekarni.

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan dan ditandatangani di rumah kediaman Laksamana Tadashi Maeda yang sekarang menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang berkedudukan di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat (Naskah rekomendasi Penetapan Benda Cagar Budaya Nomor Be-0002/TANCB/17/05/2013).

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Sejarah dan IsinyaTeks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Sejarah dan Isinya | Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Sejarah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Masih dilansir dari situs Kemdikbud, sejarah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai pada tanggal 17 Agustus 1945 dini hari. Perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan oleh tiga tokoh. Berikut tiga tokoh perumus teks proklamasi kemerdekaan Indonesia:

  1. Ir. Soekarno: berperan dalam merumuskan dan menulis teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
  2. Mohammad Hatta: berperan dalam merumuskan paragraf kedua pada teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
  3. Ahmad Soebardjo: berperan dalam merumuskan paragraf pertama dalam teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dimintakan persetujuan kepada sidang perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang seluruhnya berjumlah lebih kurang 40 orang. Kemudian teks teks proklamasi kemerdekaan Indonesia diketik oleh Sayuti Melik dengan menggunakan mesin tik.

Teks teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tulisan tangan Ir. Soekarno sejatinya sempat dibuang karena dianggap tidak diperlukan lagi, tetapi kemudian diambil dan disimpan oleh Burhanuddin Mohammad Diah sebagai dokumen pribadi, setelah berakhirnya rapat perumusan naskah proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada tahun 1995, Burhanuddin Mohammad Diah menyerahkan teks teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut kepada Presiden Soeharto, dan pada tahun yang sama dan disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.

Pada 17 Agustus 1945, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia mulai dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Mohammad Hatta pada pukul 10.00 di serambi depan rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Djakarta (sekarang Jalan Proklamasi Nomor 5, Jakarta Pusat). Setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, bendera pusaka merah putih dikibarkan untuk pertama kalinya yang disaksikan oleh masyarakat di Jakarta.

Isi Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia

Isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki dua versi, yaitu versi tulisan Ir. Soekarno dan versi ketikan Sayuti Melik. Adapun isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia ketikan Sayuti Melik adalah sebagai berikut:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta.

Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia ketikan Sayuti Melik itu sedikit berbeda dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia tulisan tangan Ir. Soekarno. Berikut beberapa perbedaan kedua teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut, antara lain:

  • Kata "hal2" pada paragraf kedua baris pertama diubah menjadi "hal-hal"
  • Kata "saksama" pada paragraf kedua baris kedua diubah menjadi "tempo"
  • Penulisan tanggal dan bulan "Djakarta 17-08-05" menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05"
  • Kalimat "wakil2 bangsa Indonesia" menjadi "Atas nama bangsa Indonesia"

Demikian penjelasan seputar teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dan sejarahnya. Semoga bermanfaat.

Simak juga Video: Mahfud Ajak Jaga Masjid Agar Tak Direbut Paham Radikalisme

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT