ADVERTISEMENT

Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara 4 Tersangka Kasus ACT ke Jaksa

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 12:39 WIB
Kantor ACT Pati, Selasa (5/7/2022).
Ilustrasi (Dian Utoro Aji/detikJateng)
Jakarta -

Dittipideksus Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara tahap satu keempat tersangka kasus dugaan penyelewengan dana donasi di Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke Kejaksaan Agung. Pelimpahan dilakukan pada Senin kemarin.

"Empat tersangka sudah tahap 1 Senin kemarin," kata Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmaji saat dikonfirmasi, Selasa (16/8/2022).

Adapun empat tersangka tersebut adalah Presiden ACT Ibnu Khajar, mantan Presiden ACT Ahyudin, serta petinggi ACT Hariyana Hermain dan Novariandi Imam Akbari.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Presiden ACT Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana donasi. Ahyudin dan Ibnu Khajar serta dua tersangka lainnya terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Kalau TPPU sampai 20 tahun," kata Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/7).

Sementara itu, tersangka Hariyana Hermain merupakan salah satu pembina ACT dan memiliki jabatan tinggi lain di ACT, termasuk mengurusi keuangan. Adapun tersangka lain, yakni Novariandi Imam Akbari (NIA), selaku Ketua Dewan Pembina ACT.

Keempatnya pun disangkakan Pasal Tindak Pidana Penggelapan dan/atau Penggelapan dalam Jabatan dan/atau Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Tindak Pidana Yayasan dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP, lalu Pasal 374 KUHP.

Selain itu, Ibnu Khajar dkk disangkakan Pasal 45 a ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang ITE. Kemudian Pasal 70 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 5 Undang-Undang 16 Tahun 2001 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, lalu Pasal 3, 4, 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dan Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.

Simak juga video 'ACT Diduga Selewengkan Dana Boeing Sampai Rp 107,3 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT