ADVERTISEMENT

Pemprov: Realisasi Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Baru 9 Persen

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 11:45 WIB
Warga beraktivitas di Taman Suryo, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Pemprov DKI Jakarta akan menanami 30% persen ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota dengan tanaman hortikultura. Rencana ini masuk grand design pertanian yang ditargetkan rampung pada 2030.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan saat ini ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota baru mencapai 9 persen. Pemprov DKI berharap perluasan RTH dapat dialihkan ke Jabodetabek-Punjur.

Heru awalnya menjelaskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) mengatur luas RTH minimal 30 persen dari keseluruhan kawasan. Namun upaya itu sulit dilakukan karena Jakarta kota yang padat sehingga terkendala keterbatasan lahan.

"Realisasinya sekitar 9 persen. Jadi untuk merencanakan 30 (persen), rasanya untuk kota besar nggak akan mungkin karena penuh penduduk," kata Heru kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).

Heru menuturkan pihaknya menargetkan pemenuhan kawasan hijau di Jakarta hingga 11 persen. Target tersebut, kata dia, telah dimasukkan ke dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 31 Tahun 2022 tentang rencana detail dan tata ruang dan wilayah perencanaan (RDTR-WP) terbaru.

"Total keseluruhan rencana saja hanya 11 sekian persen," jelasnya.

Minta ruang terbuka hijau ditambah di Jabodetabek-Punjur

Heru menyebut serapan anggaran untuk perluasan kawasan bukaan hijau di Jakarta relatif rendah. Hal ini dikarenakan harga tanah di Jakarta relatif mahal sehingga sulit melakukan perluasan RTH.

"Karena terlalu mahal sekali. Kita habiskan anggaran untuk hijau per tahun saja hanya berapa kisaran 0,0 sekian lajunya. Karena terlalu mahal harganya," ucapnya.

Oleh karena itu, Heru berharap penambahan RTH bisa dilakukan di wilayah Jabodetabek-Punjur. Pasalnya, harga tanah di lokasi tersebut jauh lebih murah ketimbang di Jakarta.

"Misalkan kita bebaskan 100 meter di Jakarta, lebih baik kita akan serahkan saja coba dihijaukan di daerah di Jabodetabek-Punjur yang relatif lebih murah dan bisa lebih luas," kata dia.

Lihat video 'Menikmati Suasana Hutan Kota GBK!':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT