ADVERTISEMENT

Puan: Tinggalkan Pancasila Berarti Khianati Para Pendiri Bangsa!

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 11:01 WIB
Puan Maharani (Tangkapan layan YouTube DPR RI)
Puan Maharani (Tangkapan layan YouTube DPR RI)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPR 2022. Puan bicara meninggalkan Pancasila berarti mencabut jati diri bangsa.

Puan awalnya memuji keberhasilan Indonesia menghadapi pandemi COVID-19. Dia menyebut keberhasilan ini tak lepas dari peran semua pihak.

"Terima kasih kepada tenaga kesehatan dan medis, terima kasih TNI, terima kasih Polri, terima kasih Satgas COVID-19 di pusat dan daerah, serta terima kasih para relawan kemanusiaan," kata Puan saat menyampaikan pidatonya di gedung Kura-kura, kompleks parlemen, Senayan, Selasa (16/8/2022).

"Kemampuan kita dalam menghadapi pandemi COVID-19, semakin membuktikan bahwa kekuatan gotong royong, kerja bersama, saling bantu binantu, hulupis kuntul baris, yang merupakan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia," lanjut dia.

Kemudian, Puan berbicara soal Pancasila sebagai kekuatan nasional bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila adalah aspek utama dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

"Pancasila merupakan kekuatan nasional kita yang paling utama dalam menjaga kehidupan dan penghidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita," ucapnya.

Lebih lanjut, Puan juga mengingatkan dampak buruk jika Indonesia meninggalkan Pancasila. Dia menyebut mencabut Pancasila berarti meninggalkan jati diri dan menghilangkan karakter Indonesia sebagai bangsa yang toleran.

"Meninggalkan Pancasila sama halnya mencabut jati diri bangsa dari akar terdalamnya dan mengkhianati amanat para pendiri bangsa. Mengganti Pancasila akan berdampak pada hilangnya karakter sebagai bangsa yang ramah, toleran, dan bergotong royong," ujarnya.

Simak video 'Puan: Masyarakat Sudah Dewasa dalam Menghadapi Perbedaan Politik':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT