ADVERTISEMENT

Viral Kongres Ikatan Pelajar Putri NU Ricuh, Peserta Lempar Kursi

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 10:48 WIB
Kongres IPPNU di Asrama Haji Pondok Gede (dok IPPNU)
Foto: Kongres IPPNU di Asrama Haji Pondok Gede (dok IPPNU)
Jakarta -

Sebuah video yang menampilkan kericuhan dari sekumpulan wanita hingga terjadi aksi lempar kursi viral di media sosial. Diketahui, kericuhan itu terjadi di kongres XIX Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU).

Dari video yang beredar seperti dilihat Selasa (16/8/2022), tampak sejumlah wanita saling dorong. Beberapa di antaranya terlibat dorong-dorongan di atas panggung.

Terlihat aksi lempar kursi. Beberapa meja dan kursi berjatuhan di lantai.

Seorang wanita tampak berteriak menggunakan microphone. Tapi tidak jelas apa yang diucapkannya.

"Kongres XIX IPPNU yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8/2022), berlangsung kisruh, sempat ada aksi saling melempar kursi," narasi dalam video tersebut.

IPPNU Buka Suara

Dilihat dari situs mediaipnu.or.id, disebutkan keributan itu terjadi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (12/8). Kongres tersebut ricuh karena diduga ada keberpihakan dari oknum tidak netral kepada salah satu kandidat ketua.

"Kongres IPPNU Ricuh lantaran karena munculnya dugaan oknum yang tidak netral dalam kegiatan kongres berlangsung. Hal tersebut terjadi karena adanya keberpihakan antara panitia kongres dengan salah satu kandidat ketua," dikutip dari situs mediaipnu.

Kongres yang diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah IPPNU se-Indonesia ini dinilai tidak netral. Salah satu pimpinan wilayah IPPNU, Nhm, menyesalkan adanya kericuhan ini.

Peserta Kongres IPPNU merasakan adanya tekanan dari panitia semenjak registrasi. Registrasi dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari pembagian ID card yang tidak merata hingga nama-nama peserta kongres berbeda dengan yang telah terdaftar.

"Jadi terinderifikasi para panitia ini mendukung salah satu calon namanya Whasfi Velasufah dimulai dari registrasi banyaknya peserta utusan dari wilayah tidak diberikan id card, sejak semalam juga pada saat pembacaan tata tertib terjadi kericuhan karena pimpinan sidang sudah sangat jelas tidak netral kepada forum," kata Nhm.

Selain itu, tekanan disebut juga dilakukan oleh pengurus cabang kepada wilayah agar berpihak kepada salah satu kandidat. Hal ini membuat kongres menjadi ricuh dan pimpinan cabang IPPNU sepakat membuat kongres tandingan.

"Kongres IPPNU ricuh adalah hal biasa, namun tidak seharusnya itu disebabkan oleh panitia penyelenggara. Semua berharap, Kongres IPPNU yang ricuh ini bisa segera mereda. Jangan sampai Kongres IPPNU ricuh berkepanjangan," keterangan dari situs IPPNU.

Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan pihaknya belum menerima informasi mengenai kericuhan tersebut.

"Mohon maaf saya belum ada info," imbuh Ahsanul.

Lihat juga video 'Pria Berbaju Mirip TNI Ngamuk di Stasiun Kotabumi Lampung Utara':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT