ADVERTISEMENT

KPK Catat Kepatuhan LHKPN 2022 Capai 97%, yang Lengkap Hanya 85%

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 21:40 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menyebutkan, hingga Juni 2022, kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencapai 97,36 persen. Namun LHKPN yang ditanyakan lengkap hanya 85 persen.

"Selama semester pertama ini, sampai 31 Maret batas akhir penyampaian, kepatuhannya relatif membaik, jadi sudah 97,36 persen," kata Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

Namun Pahala mengaku ada hal yang mengkhawatirkan dari hal tersebut. Lantaran dari total keseluruhan LHKPN yang diterima KPK hanya 85 persen yang dikategorikan laporan lengkap.

"Tapi, ada suatu hal yang mengkhawatirkan ada yang namanya, penyampaian lengkap, itu hanya 85 persen. Jadi ada beda sekitar 12 persen. Dia menyampaikan, tapi tidak lengkap," terang Pahala.

Pahala menyebut salah satu kendalanya adalah soal surat kuasa terkait pelaporan. KPK tidak dapat memverifikasi LHKPN jika tidak mendapat surat kuasa dari pelapor.

"Tidak lengkapnya macam-macam. Ada 13 dokumen, dia nggak lengkap, dia kurang ini, kurang itu. Yang mengkhawatirkan kita kalau nggak lengkapnya surat kuasa, karena itu membuat LHKPN-nya tidak bisa diverifikasi," tuturnya.

Pahala menyebut pentingnya surat kuasa itu untuk melakukan pendalaman LHKPN yang dilaporkan. Hal itu bakal berdampak kepada proses verifikasi LHKPN tersebut.

"Surat kuasa itu memberi kuasa kepada KPK untuk memeriksa, meminta data, ke bank, asuransi, bursa efek, BTN, Samsat. Kalau nggak ada surat kuasanya, kita nggak bisa (verifikasi)," jelas Pahala.

Dia menyebut bahkan ada beberapa penyelenggara negara yang sengaja menyampaikan LHKPN secara tidak lengkap. Namun KPK hanya bisa bersurat dan menunggu respons dari pihak tersebut.

"Lantas isu yang lain adalah dia sengaja menyampaikan tidak lengkap, kita cuma bisa bersurat dan nunggu, sampai dia melengkapi," tutur Pahala.

(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT