Banyak Mayat Mengapung, Warga Tolak Makan Ikan

Banyak Mayat Mengapung, Warga Tolak Makan Ikan

- detikNews
Senin, 26 Jun 2006 10:58 WIB
Sinjai - Warga kota Sinjai Utara, Sulawesi Selatan, belakangan mengurangi konsumsi makanan jenis ikan laut. Ini terjadi setelah mereka melihat banyak jenazah mengapung di sungai maupun laut pascabanjir bandang dan tanah longsor di Sinjai."Tiga anak kami enek lihat ikan laut. Mereka tidak mau makan ikan setelah melihat mayat mengapung di sungai atau laut," kata Aminah (35) ibu rumah tangga di kota Sinjai Utara, Senin (26/6/2006).Sejumlah ibu rumah tangga di wilayah ini sebelum terjadi banjir hampir setiap hari mengolah ikan untuk lauk-pauk. Namun setelah banjir dan tanah longsor yang menewaskan 200 orang lebih, membuat mereka tidak mengonsumsi ikan."Kami tidak bisa menikmati makan ikan setelah melihat banyak mayat terapung di sungai," kata Cahyani.Pantauan detikcom ke tempat pelelangan ikan di Sinjai Utara, sejumlah lapak tampak sepi pembeli. Jumangin, salah seorang pedagang ikan di tempat tersebut mengaku dagangannya turun drastis pascabencana banjir dan tanah longsor ini.Hanya, menurut Jumangin, berkurangnya pembeli bukan disebabkan karena warga enek setelah melihat mayat mengapung di sungai atau laut, tetapi karena akses di sejumlah jalan masih tertutup."Mungkin setelah jalan dan jembatan diperbaiki, serta tanah longsor yang menutup jalan berhasil dibuka lagi, penjualan akan normal lagi," harapnya. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads