Menunggu Hasil Pertemuan SBY-Howard di Batam

Menunggu Hasil Pertemuan SBY-Howard di Batam

- detikNews
Senin, 26 Jun 2006 10:34 WIB
Menunggu Hasil Pertemuan SBY-Howard di Batam
Batam - Setelah mengalami penundaan dan tarik ulur, jadi juga pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan PM Australia John Howard. Hasilnya menentukan bobot dan arah hubungan dua negara di masa mendatang. Terutama pemahaman dan penghormatan terhadap masalah dalam negeri satu sama lain. Pemerintah RI minta sejawatnya dari Australia menunjukkan bukti lebih konkret atas komitmennya mendukung kedaulatan dan integritas NKRI. Pertemuan politik SBY dan Howard secara resmi dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 di Nongsa, Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (26/6/2006). Meski begitu, keduanya telah bertemu secara tidak resmi pagi ini saat jogging di pinggir pantai Nongsa Point Marina. Dalam pertemuan tak resmi itu, SBY yang didampingi Ny Ani Yudhoyono tampak santai-santai saja saat bertemu Howard. Howard juga juga mengaku merasa aman berjogging di Indonesia, walau dengan pengawalan yang minim. Ini pertemuan pertama mereka pasca menegangnya hubungan kedua negara menyusul keputusan imigrasi Australia memberikan visa sementara kepada 42 orang pencari suaka asal Papua. Semula pertemuan kedua kepala pemerintahan tersebut digelar akhir Mei 2006 di Lombok, NTB. Karena alasan 'teknis', rencana itu tidak direalisasikan. Adanya persiapan untuk pertemuan Lombok, diketahui pertama kali dari pemberitaan media massa di Australia. Namun pihak Istana Kepresidenan RI, baru mengakuinya setelah pertemuan itu batal. Modus serupa juga berlaku pada pertemuan Batam. Kepastian tanggal pertemuan baru disampaikan secara resmi oleh pihak Istana Kepresidenan RI kurang 48 jam dari hari H. Padahal jauh hari Deplu Australia dan RI telah mengumumkannya. Atas sikap 'jual mahal' di atas, sempat muncul kekhawatiran pertemuan Batam akan tinggal rencana sebagaimana nasib pertemuan Lombok. Apalagi sesaat sebelumnya PM Howard secara terbuka menyatakan kekecewaan Australia atas pembebasan Abu Bakar Ba'asyir yang habis masa tahanannya dua pekan lalu. "It's look hard to continue," ujar seorang sumber di Deplu RI yang dihubungi Jumat kemarin mengenai perkembangan terbaru saat itu. Pasalnya Australia ngotot agar masalah Ba'asyir diagendakan dalam materi pembicaraan SBY-Howard. Sebaliknya tentu RI ngotot menolaknya, karena pelaksanaan aturan hukum termasuk urusan dalam negeri. Tapi toh diplomasi berjalan dari hari ke hari. Bisa terlaksananya pertemuan Batam nanti menunjukkan bahwa baik RI maupun Australia sadar saling membutuhkan sebagai negara bertetangga, dan karenanya mereka serius melanjutkan hubungan bilateral lebih baik dari selama ini. Keterangan Foto: SBY dan Howard bertemu saat melakukan jogging di pinggir pantai Nongsa Point Marina, Batam. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads