ADVERTISEMENT

Kenaikan Tarif Ojol Diundur, Ini Alasan Kemenhub

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 14 Agu 2022 12:44 WIB
Infografis daftar tarif ojek online (ojol) yang baru naik
Ilustrasi (Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda kenaikan tarif ojek online yang awalnya direncanakan diberlakukan mulai hari ini. Kemenhub mengatakan bahwa penundaan dilakukan untuk memaksimalkan sosialisasi terkait tarif baru itu.

Kenaikan tarif ojek online itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan itu awalnya akan diberlakukan hari ini, 14 Agustus, namun Kemenhub memutuskan menunda dan akan diberlakukan mulai 29 Agustus mendatang.

"Oleh karena itu diharapkan 25 hari kalender dari 4 Agustus 2022 (waktu terbitnya KM Nomor KP 564 Tahun 2022) dapat dilaksanakan dan dipedomani oleh aplikator juga sesuai Ketentuan PM 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno dalam keterangannya, Minggu (14/8/2022).

Hendro menyebut perlu dilakukan sosialisasi lebih panjang mengenai aturan ini. Sebab, kata dia, aturan ini baru bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Kemudian, berdasarkan hasil peninjauan kembali diperlukan waktu yang lebih panjang untuk melakukan sosialisasi terhadap tarif baru ini bagi seluruh pemangku kepentingan, mengingat moda angkutan ojol berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Karena itu, pemberlakuan efektif aturan ini ditambah menjadi paling lambat 25 hari kalender," ujarnya.

Hendro berharap terkait waktu penyesuaian tarif di aplikasi, maka aplikator juga dapat segera menerapkan tarif baru serta meningkatkan pelayanan bagi penumpang, termasuk menjamin keselamatan penumpang.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT