Anak-anak Korban Gempa Yogya Berlibur di Jakarta

Anak-anak Korban Gempa Yogya Berlibur di Jakarta

- detikNews
Senin, 26 Jun 2006 06:50 WIB
Jakarta - 150 Anak korban gempa Yogya berlibur selama 3 hari sejak 25 Juni. Mereka berlibur di Jakarta atas undangan DPW PKS DKI Jakarta. Hari libur pertama, Minggu (25/6/2006), mereka dihibur oleh seniman Dik Doang.Kelelahan perjalanan bus selama 10 jam dari Bantul, DIY, seakan sirna begitu cepatnya. Bus itu membawa 150 anak-anak yang masih trauma gempa ini tiba di Sekolah Alam Dik Doang, Ciputat, Tangerang. Mereka pun seperti diperciki air hingga menjadi segar kembali. Lelaki yang dikenal sebagai artis yang punya kepedulian tinggi terhadap anak-anak, mengajak siswa-siswanya memberikan simpati atas musibah gempa yang terjadi. Sekolah itu menyambut kedatangan kawan baru dari Yogya. Selama 2,5 jam, mereka pun berbaur dan bermain bersama. Dengan tawa dan canda, anak-anak korban gempa Yogya menghabiskan minggu petang bersama Dik Doang di sekolah alam yang dikelolanya di kawasan Ciputat, Tangerang. Trauma akan gempa tak terlihat lagi di mata dan tawa yang penuh riang itu.Program Wisata Anak Yogya di Jakarta bersama PKS Jakarta ini akan diteruskan Senin (26/6/2006) ke Dunia Fantasi dan Gelanggang Samudera, Ancol. Di Dunia Fantasi selain menikmati fasilitas permainan, mereka akan dihibur di panggung Jango oleh Kak Bimo, seorang pendongeng cerita anak. Pada hari liburan terakhir Selasa (27/6/2006), anak-anak itu akan diajak menikmati pemandangan Jakarta di Monumen Nasional (Monas) dan Planetarium. Rencananya, Persatuan Artis Cilik yang dimotori Dhea Imut juga akan menjumpai anak-anak Yogya ini saat berwisata di Monas."Ini bukanlah satu-satunya kegiatan yang dilaksanakan PKS Jakarta di daerah musibah gempa di Yogya," ujar Humas DPW PKS DKI Jakarta Dedi Supriadi dalam rilisnya yang diterima detikcom, Senin (26/6/2006). Pascagempa 27 Mei lalu, setiap harinya anak-anak tersebut dibina melalui kegiatan bermain, belajar dan juga mengaji di tenda-tenda darurat. "Kegiatan seperti ini akan diteruskan hingga 2 bulan ke depan," imbuh Dedi. (wiq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads