ADVERTISEMENT

Alasan Mendagri Pilih Merauke untuk Awali Pembagian 10 Juta Bendera

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 22:58 WIB
Mendagri Bagi-bagi Bendera
Foto: Kemendagri
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri melaksanakan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang dimulai di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (12/8/2022). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan patriotisme dan nasionalisme masyarakat di seluruh Indonesia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih merupakan upaya yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM). Melalui agenda ini, seluruh pemerintah daerah (pemda), pihak swasta, dan berbagai lapisan masyarakat diharapkan ikut mengibarkan bendera merah putih. Tujuannya adalah untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Jadi pada hari ini saya pilih dilaksanakan di (Indonesia) Timur. Saya ambil di Kabupaten Merauke dan saya sendiri yang hadir. Kemudian besok (13/8) Wakil Mendagri yang juga anak Papua, Bapak Wempi Wetipo, beliau besok akan memimpin acara di Kota Banda Aceh. Orang Papua juga bisa menjadi pemimpin di Sumatera, di kampung saya di Aceh," jelas Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Tito menambahkan agenda yang digelar di Kabupaten Merauke kali ini merupakan bentuk representasi wilayah di Indonesia.

"Kemudian ini adalah daerah paling timur. Bagi kita menjadi simbol, di samping di Aceh, paling barat. Tapi lebih dari itu, kehadiran saya di sini juga sebetulnya juga untuk meminta dukungan sekaligus kebersamaan kita dalam rangka mewujudkan harapan dan aspirasi tokoh-tokoh Papua," ungkap Tito.

Ia mengulas Indonesia memiliki potensi yang besar seperti banyaknya suku, bahasa, ras, agama, dan sebagainya. Adanya gerakan tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengikat simpul persatuan melalui implementasi Bhinneka Tunggal Ika.

Mantan Kapolri itu menjabarkan keberagaman telah menjadi keseharian masyarakat. Ia mencontohkan, tari-tarian adat Papua kini tidak hanya digelar di Papua, tetapi juga ditampilkan di daerah lainnya seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, dan daerah lainnya. Begitu pula olahan masakan rendang dan nasi Padang yang tidak hanya dapat ditemui di Provinsi Sumatera Barat, tetapi bahkan kini dapat dijumpai di seluruh penjuru nusantara.

Berbagai kekayaan tersebut, menurut Tito, menjadi modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Kekayaan itu juga telah diakui oleh bangsa-bangsa lainnya di dunia. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus merawat potensi dan kekayaan yang dimiliki tersebut.

"Oleh karena itulah, kita harus merawat. Keberagaman ini harus dirawat jangan sampai menjadi pemecah, tapi justru menjadi pemersatu karena kita bangga bisa menjadi bagian dari yang lain," ujar Tito.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT