ADVERTISEMENT

Komnas HAM: Ada Komunikasi Sambo dan Istri Pengaruhi Pembunuhan Yoshua

M Solihin - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 22:11 WIB
Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo oleh Komnas HAM hari ini batal dilakukan. Hal itu lantaran timsus masih melakukan pendalaman terhadap Ferdy Sambo.
Choirul Anam (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengungkapkan ada percakapan antara Irjen Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candarawathi, di rumah pribadi Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Percakapan itu disebut mempengaruhi kejadian penembakan terhadap Brigadir Yoshua di rumah dinas Duren Tiga.

"Dalam rekaman video yang kami dapatkan, dalam rekaman yang kami dapatkan dari kurang lebih 1 jam yang kita juga tadi tanyakan apa yang terjadi dalam peristiwa itu, dan ternyata memang ada komunikasi antara Pak Sambo dan Ibu Sambo sehingga memang mempengaruhi, sangat mempengaruhi peristiwa yang ada di TKP 46 (rumah dinas Ferdy Sambo)," kata Anam saat jumpa pers setelah memeriksa Ferdy Sambo di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat (12/8/2022).

Namun Anam tidak menjelaskan lebih rinci soal materi percakapan antara Ferdy Sambo dan istrinya yang kemudian disebut mempengaruhi kejadian di rumah Irjen Ferdy Sambo. Kepada Komnas HAM, Irjen Ferdy Sambo juga memastikan Brigadir J masih hidup ketika tiba di rumah dinasnya.

"Beberapa temuan yang kami proses itu juga kami uji ke Pak Sambo, yang pertama adalah soal konsen waktu dari soal konsen waktu ini salah satunya paling penting adalah apakah ketika dia sampai di TKP Duren Tiga rumah dinas nomor 46 itu Yoshua dalam kondisi hidup ataukah sudah meninggal, dia bilang masih hidup," kata Anam.

Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka RIcky Rizal, dan Kuat Ma'aruf.

Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bahrada E dan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.

Ferdy Sambo telah ditahan di Mako Brimob. Pada Kamis kemarin (11/8), dia diperiksa pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Saat diambil berita acara pemeriksaan (BAP), Sambo mengaku merencanakan pembunuhan karena Brigadir J melakukan hal yang mencoreng martabat keluarga.

(dek/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT