Gus Dur Usulkan RUU Anti Inul
Minggu, 25 Jun 2006 21:01 WIB
Surabaya - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid memang khas dengan celetukannya. Selain menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP), kini dia malah mengusulkan adanya RUU Anti Inul. "Mendukung RUU APP berarti melanggar UUD 45, maka ganti saja RUU APP dengan RUU Anti Inul Daratista," cetus dia saat berorasi di depan ratusan peserta Karnaval Budaya dengan tema 'Konsolidasi Nasional Mempertahankan Pancasila Meneguhkan Kebhinnekaan' di Taman Patung Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (25/6/2006).Sontak cetusan itu mengundang tawa dan sorak sorai dari peserta karnaval. Peserta karnaval yang sebelumnya kepanasan karena jalan kaki dari Taman Budaya Cak Durasim, Jalan Genteng Kali pun justru merasa terhibur dan tertawa mendengarnya.Menurut Gus Dur, pendukung RUU APP itu bertentangan dengan semangat UUD 1945 yang menghargai kebhinnekan maupun keragaman budaya Indonesia yang pluralistik ini. Meski kecewa dengan pendukung RUU APP, Gus Dur sendiri mengaku sebenarnya juga tegas menolak pornografi di bangsa ini. "Tapi jangan dibentuk dalam UU. Mereka yang mendukung RUU APP lupa bahwa ada pemisahan agama dan negara. Kalau nanti disahkan menjadi UU, bagaimana ibu-ibu yang mau menyusui anaknya tanpa buka kutang," tegasnya.Karnaval itu sendiri diwarnai dengan beragam tari-tarian suku di tanah air serta keanekaragaman budaya lainnya. Seniman Butet Kertarajasa pun ikut serta. Dalam aksi ini, sejumlah gadis menari tarian Bali sambil menggelar bendera merah putih berukuran besar selama longmarch.
(wiq/)











































