Ba'asyir: Perda Syariat Untungkan Muslim dan Nonmuslim
Minggu, 25 Jun 2006 18:55 WIB
Yogyakarta - Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Ustad Abu Bakar Ba'asyir meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia agar melancarkan Peraturan Daerah (perda) syariat Islam. Alasannya, perda tersebut tidak akan merugikan semua orang baik, muslim maupun nonmuslim. Hal itu diungkapkan Ba'asyir saat memberikan tausiyah/tablig akbar bertajuk "Menyikapi Bencana Alam Menurut Tuntunan Syariat Islam" di Markas Majelis Mujahidin di Jl Karanglo Kotagede Yogyakarta, Minggu (25/6/2006). "Perda syariat Islam itu tidak merugikan. Karena itu, kami meminta semua Pemda untuk melancarkan perda itu," kata Ba'asyir.Oleh karena itu, kata dia, bila ada daerah yang ingin memberlakukan syariat Islam, hendaknya didukung, bukan malah ditentang. Sebab dengan Perda itu, umat Islam tidak hanya bisa memberikan perlindungan kepada umat muslim saja, tetapi juga yang nonmuslim. "Untung semuanya karena bisa syariat Islam ada akan penuh rahmatan lil alamin," kata ustad Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo yang baru saja bebas dari LP Cipinang itu.Dalam kesempatan itu, Baasyir mengungkapkan turut bersedih ketika melihat banyak warga Yogyakarta dan Jawa Tengah yang tertimpa bencana gempa bumi. Saat itu, dirinya masih berada di dalam LP Cipinang. Dia hanya bisa menyaksikan musibah itu dari berita yang disiarkan televisi dan radio.Menurut dia, datangnya bencana sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi keilmuan saja, meski hal tersebut adalah tindakan yang baik karena Allah telah memberikan ilmu pengetahuan kepada manusia. Namun juga harus dilihat dari sisi keagamaan. Sebab pasti ada hubungannya antara bencana yang terjadi dengan tingkah laku manusia.Dia mengatakan bencana itu bisa merupakan azab dari Allah, sehingga bila itu turun dengan tujuan agar manusia harus bertobat. Bencana juga merupakan peringatan Allah sebagai bentuk rasa sayang terhadap manusia."Itu sebagai peringatan karena manusia lupa. Karena itu perlu diingatkan kembali dan salah satu cara yang terbaik untuk menghindari adanya bencana adalah ditegakkannya syariat Islam. Dan jangan percaya kepada hal-hal syirik," kata Ba'asyir di depan ribuan orang yang memadati halaman markas MMI. Ba'asyir juga memuji pemerintahan saat ini. Dia gembira karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menunaikan ibadah haji maupun umroh. Bahkan, SBY telah melakuka salat dan berdoa di depan Ka'bah. "Pemerintah ini baik, karena presiden sudah pergi haji ke Mekah dan salat di depan Kabah," puji Ba'asyir.
(asy/)











































