Pengunjung Lumpur Panas Bludak, Mbah Untung Raup Untung

Pengunjung Lumpur Panas Bludak, Mbah Untung Raup Untung

- detikNews
Minggu, 25 Jun 2006 17:42 WIB
Sidoarjo - Dibanding dengan pekan-pekan sebelumnya, Minggu (25/6/2006) ini pengunjung yang ingin melihat banjir lumpur di Sidoarjo membludak. Ratusan hingga ribuan wisatawan dadakan itu rela datang ke lokasi banjir lumpur itu. Dagangan para pedagang pun ludes disantap pengunjung. Konsentrasi wisatawan dadakan ini berada di desa Siring, Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Mereka menyaksikan banjir lumpur itu tepat di sekitar jalan tol yang melintang di atas desa tersebut.Para wisatawan ini masuk melalui desa Siring, karena desa Kedung Bendo Kecamatan Tanggul Angin tidak boleh dimasuki pengunjung. Para warga di desa Kedung Bendo ini masih disibukkan untuk embangun tanggul untuk menanggulangi lumpur.Padatnya wisatawan dadakan ini ternyata juga memberi [erhatian bagi para pedagang. Para pedagang itu juga memadati 'areal wisata' yang baru itu. Bahkan tak jarang dari mereka yang meraup untuk yang besar.Salah satu pedagang makanan yang paling diserbu adalah warung milik Mbah Untung. Dia sudah mulai berdagang sejak seminggu pascalumpur. Keberadaan dari si mbah ini tampaknya tidak dapat disaingi pedagang lainnya. Padahal, dagangan yang dijual Mbah Untung ini 'hanya' goreng-gorengan, seperti bakwan, tahu pete, dan pisang goreng. Selain itu pengunjung juga disuguhkan minuman dingin. Mungkin itulah kuncinya. Karena pedagang lainnya justru menjual dagangan yang terlihat lumrah di mata pengunjung. Seperti minuman ringan dan lain sebagainya. Namun warga tampaknya lebih memilih dagangan dari Mbah Untung ini. Meski demikian, Mbah Untung menolak untuk membeberkan keuntungan yang diraihnya itu.Pengunjung Nekat Naik tanggulMeski sudah dipasang papan peringatan untuk tidak naik ke tanggul, namun pengunjung tetap saja membandel. Mereka dengan cueknya malah nekat naik tanggul yang dibuat warga. Padahal tanggul itu diperuntukkan untuk membendung arus lumpur panas mengalir ke desa warga.Peringatan ini juga diteriakkan warga setempat kepada wisatawan dadakan' itu. Mereka diperingatkan untuk meninggalkan tanggul itu, karena dampak yang diakibatkannya akan lebih parah dari yang diperkirakan. (ary/)


Berita Terkait