ADVERTISEMENT

Anggota DPR Puji Pengungkapan Kasus Ferdy Sambo: Bravo, Pak Kapolri!

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 13:36 WIB
Waketum Gerindra Habiburokhman. (dok. Istimewa)
Waketum Gerindra Habiburokhman (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran dalam mengungkap kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Menurutnya, ada kemajuan yang sangat signifikan terkait penanganan kasus Brigadir J.

"Bravo, Pak Kapolri, Timsus, dan jajaran. Kerja mereka benar-benar luar bisa," kata Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Habiburokhman menilai keadilan juga kian terpenuhi dalam pengungkapan kasus Brigadir J. Dia pun meminta kepada seluruh pihak untuk mengawal kasus itu sampai ke tahap persidangan.

"Rasa keadilan masyarakat kian hari kian terpenuhi. Tinggal ke depan sama-sama kita awasi dan kawal kasus ini sampai persidangan," ujar Habiburokhman.

Lebih lanjut Habiburokhman melihat adanya kemajuan yang signifikan terhadap penanganan kasus Brigadir J. Diketahui pihak kepolisian juga telah mengungkap motif Irjen Ferdy Sambo yang memerintahkan pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Tiap hari ada kemajuan sangat signifikan terkait penanganan kasus ini termasuk soal motif penembakan," jelasnya.

Untuk diketahui, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Ferdy Sambo merupakan tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir J atau Yoshua Hutabarat. Kapolri menyebut tidak ada peristiwa tembak menembak seperti laporan awal kasus.

"Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan. Saya ulangi, tidak ditemukan peristiwa fakta tembak menembak," kata Kapolri dalam konferensi pers di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (9/8).

Motif Pembunuhan Yoshua

Dugaan Brigadir J melecehkan Istri Ferdy Sambo menjadi pemicu alasan Brigadir J dibunuh. Brigjen Andi Rian menyebut Ferdy Sambo mengaku marah dan emosional kepada Brigadir J setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawathi, yang mengaku telah dilecehkan oleh Brigadir J.

Kepada polisi, Ferdy Sambo mengatakan Putri Candrawathi mengaku mengalami tindakan yang melukai martabat keluarga dari Brigadir J di Magelang. Brigjen Andi Rian tidak menjelaskan apa tindakan yang melukai martabat itu.

"Saya ingin menyampaikan satu hal bahwa di dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC," kata Brigjen Andi Rian.

"Telah mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yoshua," katanya.

Simak video 'Komnas HAM Bakal Periksa Ferdy Sambo-Bharada E di Mako Brimob':

[Gambas:Video 20detik]



(nhd/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT