Atasi Flu Burung
Australia Bantu RI A$ 10 Juta
Minggu, 25 Jun 2006 14:32 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia kembali menjadi donatur bagi penanganan flu burung di Indonesia. Pada hari ini Australia memberikan A$ 10 Juta setelah sebelumnya pada tahun 2005 memberikan A$ 5,5 Juta. Hal ini dilakukan untuk menampik ada ketegangan antar dua negara.Penandatanganan penyerahan batuan dilakukan antara Menteri kesehatan Australia Tony Abbott dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie di kediaman Menko Kesra, Jl. Ki Mangun Sarkoro no. 41 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2006).Tampak hadir juga Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dan Menteri Pertanian Anton Apriantono. "A$ 10 juta untuk penanganan flu burung baik untuk burung maupun manusia. Kita butuhkan bantuan besar, Indonesia dianggap punya strategic plan yang baik. Pemerintah pertahunnya keluarkan dana US$ 50 Juta" keta Menko Kesra Aburizal Bakrie.Ketika ditanya apakah bantuan ini diberikan untuk memperbaiki ketegangan kedua negara, Ical menampik. Menurut dia hubungan Indonesia dan Australia tak pernah putus, yang ada hanyalah perbedaan pendapat yang harus diselesaikan.Faktanya Presiden SBY Senin 26 Juni besok akan mengadakan pertemuan dengan John Howard di Batam. Diharapka dengan pertemuan itu akan ada penyelesaian perbedaan pendapat, meskipun tidak sepenuhnya selesai karena Indonesia maupun Australia mempunyai pendapat masing-masing"Hubungan dua negara tidak mungkin 100 persen setuju, yang penting hari ini adalah masalah humanitarian yakni kesehatan. Pada saat kita terkena tsunami, Australia juga membantu," ujar Ical.Dalam kesempatan itu Menkes Australia Tony Abbott mengatakan, tantangan fundamental untuk mempererat hubungan dua negara adalah memberikan pemahaman kepada rakyat Indonesia tentang sistem yang dianut Australia dan sebaliknya. "Namun pemerintah Australia fokus untuk menguatkan hubungan yang lebih kuat," jelas dia.Tony menjelaskan dari total bantuan A$ 10 juta, sebesar A$ 250 ribu digunakan untuk mendukung operasional Komisi Penanggulangan Flu Burung Indonesia. Program lainnya yang dibiayai adalah penyediaan 50 ribu tamiflu, termasuk penguatan rumah sakit rujukan.
(arn/)











































