ADVERTISEMENT

Tentang Satgassus Polri yang Pernah Dipimpin Ferdy Sambo, Kini Dibubarkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 10:20 WIB
Irjen Ferdy Sambo akhirnya selesai diperiksa oleh Dittipidum Bareskrim Polri. Sambo keluar dari kantor Dittipidum setelah diperiksa tujuh jam.
Irjen Ferdy Sambo pernah memimpin Satgassus Merah Putih Polri (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menghentikan kegiatan Satgas Khusus Polri atau Satgassus Merah Putih Polri kemarin. Satgassus ini merupakan satgas yang dibentuk pada zaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dirangkum detikcom, Jumat (12/8/2022) Satgassus Merah Putih dibentuk pada 20 Februari 2017. Tito saat itu mengatakan bahwa Satgas ini lahir sebagai respons atas peristiwa aksi demo 411 atau demo 4 November 2016.

Menurutnya, Satgas Merah-Putih bekerja untuk masa pendinginan sejak peristiwa 411. Tito menjelaskan peristiwa itu sempat memanas, sehingga perlu ada pendekatan khusus kepada para pemuka agama.

Kehadiran Satgassus pun tak lepas dari kritik. Saat itu, anggota Komisi III DPR RI saat itu, Herman Herry, mengkritik Satgas Merah Putih karena dinilai sebagai 'darah biru' di tubuh Polri. Namun Tito menjelaskan kehadiran Satgas sama dengan satgas lainnya.

Banyak sepak terjang Satgassus ini. Salah satunya yang fenomenal adalah pengungkapan 1,2 ton sabu dari jaringan narkotika Timur Tengah.

Hingga akhirnya pada 1 Juli 2022, Irjen Ferdy Sambo ditunjuk sebagai Kepala Satuan Tugas Khusus (Kasatgassus) Merah Putih. Penunjukan ini tercantum dalam Surat Perintah SPRIN/1583/VII/HUK.6.6./2022. Surat perintah tersebut berlaku mulai 1 Juli 2022 hingga 31 Desember 2022.

Saat kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo mencuat, Ferdy Sambo dicopot dari Satgassus Merah Putih.

Hingga kemudian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menghentikan kegiatan Satgassus Merah Putih Polri sejak kemarin. Faktor efektivitas kinerja organisasi menjadi salah satu alasan diberhentikannya Satgassus Polri.

"Alasannya bahwa menurut pertimbangan dari pertimbangan staf, untuk efektivitas kinerja organisasi, maka lebih diutamakan atau lebih diberdayakan satker-satker yang menangani berbagai macam kasus permasalahan sesuai dengan tupoksi masing-masing," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Depok, Kamis (11/8/2022).

Dedi mengatakan tugas-tugas nanti dilakukan oleh satuan kerja Polri. Dengan demikian, Satgassus dianggap tidak diperlukan lagi.

"Satgassus dianggap tidak perlu lagi dan diberhentikan mulai hari ini," ujar Dedi.

Simak video 'Sambo Akui Rencanakan Pembunuhan dengan Bharada E dan Bripka RR':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT