ADVERTISEMENT

Peneliti ISSES Apresiasi Polri, Beri 3 Catatan soal Kasus Brigadir J

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 09:19 WIB
Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga
Rumah lokasi pembunuhan Brigadir Joshua/Foto: Mulia/detikcom
Jakarta -

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengapresiasi langkah Polri dalam mengungkap dalang kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Bambang mengatakan penting bagi Polri mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Harus kita apresiasi sebagai langkah signifikan untuk penuntasan kasus ini. Bukan sekedar menetapkan aktor-aktor saja, tapi yang lebih penting adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

Bambang mencatat setidaknya tiga hal yang menurutnya penting terkait kasus pembunuhan berencana ini. Pertama, kasus Brigadir J bukan hanya permasalahan oknum, namun menunjukkan adanya kelompok besar di Polri yang berupaya menabrak aturan hukum dengan atribut penegak hukum.

"Pasca-penembakan, terdapat skenario untuk menutup-nutupi kasus itu sendiri. Dan itu tidak dilakukan oleh oknum sendiri, tapi sebuah kelompok di tubuh kepolisian yang dengan kewenangannya menutup-nutupi penegakan hukum. Seperti yang disebut Pak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) ada 31 personel yang akan diperiksa," ucap Bambang.

Kedua, Bambang mendorong tim khusus bentukan Kapolri dan Inspektorat Khusus untuk terus melakukan pendalaan. Dia pun berharap polisi-polisi yang terbukti terlibat dalam rangkaian penembakan Brigadir J hingga upaya menghalang-halangi penegakkan hukum tak hanya disanksi etik dan disiplin, tapi juga dijerat pidana umum.

"Harapan saya tidak hanya proses secara etik dan disiplin saja, tapi yang terbukti melakukan pelanggaran fatal seperti obstruction of justice dan berita bohong yang juga harus dituntut pidana umum," tegas Bambang.

"Bagaimana mungkin Polri menyimpan kelompok yang terorganisir dengan kewenangan yang sangat besar di institusinya," imbuh dia.

Ketiga, dia berharap kepada masyarakat untuk bersabar terkait kejelasan motif pembunuhan berencana Brigadir J. Bambang sepakat motif pembunuhan Brigadir J diungkap di persidangan.

"Sebaiknya pengungkapan motif tidak sekarang ya. Masyarakat juga harus sabar. Yang jelas penetapan tersangka sudah dan penyidikan berjalan terus. Jika motif diungkapkan saat ini, hanya akan buat kehebohan yang tidak penting," tutur Bambang.

"Kita harus dukung dan hargai penyidik. Heboh (soal motif) biar di saat di persidangan saja. Cepat atau lambat pasti akan ketahuan. Entah saat BAP diserahkan pada kejaksaan dan paling lambat di persidangan," sambung Bambang.

(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT