Kompas Pelajari Somasi TPI

Kompas Pelajari Somasi TPI

- detikNews
Minggu, 25 Jun 2006 12:59 WIB
Jakarta - Redaksi harian Kompas akan mempelajari somasi yang disampaikan oleh kuasa hukum Tim Pembela Islam (TPI) yang mewakili sejumlah ormas Islam, atas keberatan pemberitaan di harian itu.Meski demikan, melalui Pemimpin Redaksinya Suryopratomo, Kompas membantah melakukan pemihakan kepada kelompok tertentu dalam pemberitaannya."Kami akan mengevaluasi dan meningkatkan terus profesionalisme dari wartawan-wartawan kami. Tapi saya kira Kompas tidak punya agenda sama sekali. Kita harus kembali pada esensi pers bahwa pers itu hanya mengungkap sebuah berita dari kejadian agar dapat dipahami oleh masyarakat luas," kata Suryopratomo usai bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa di depan kantornya, Jalan Palmerah, Jakarta, Minggu (25/6/2006).Pihak Kompas berjanji akan memberikan jawaban atas somasi yang diberikan oleh pengunjuk rasa dalam waktu tujuh hari.Sementara itu kuasa ukum dari Tim Pembela Islam Luthfi Hakim mengatakan, mereka akan menunggu jawaban dari pihak Kompas. "Kami yakin Kompas akan merespons somasi ini dengan baik dan bijak. Kami hanya mengingatkan naskah kesepakatan tahun 1997 bahwa harian itu akan berhati-hati dalam memuat berita, komentar tentang umat Islam. Kami berharap ke depan Kompas bersikap lebih netral," ujar dia.Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa meminta harian nasional itu meminta maaf dan tidak mengulangi kembali pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan umat Islam. Sayang pengunjuk rasa tidak menunjukkan secara detil berita mana yang dianggap menyudutkan umat Islam tersebut.Puas menemui jajaran redaksi, para pengunjuk rasa yang merupakan gabungan dari ormas Islam seperti HTI, MMI, FPI dan FBR pada pukul 12.15 WIB membubarkan diri. (san/)


Berita Terkait