ADVERTISEMENT

Sahabat DPR Muncul Desak Reshuffle Menko Polhukam, Ini Kata Mahfud

Eva Safitri, Gibran Maulana - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 18:50 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung DPR RI (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengkritik DPR yang dinilai terkesan diam selama kasus Irjen Ferdy Sambo diusut Polri. Forum Sahabat DPR Indonesia (SDI) mengkritik Mahfud Md.

"Tidak sepantasnya ucapan DPR diam keluar dari mulut Menkopolhukam. Saya malah balik tanya, apa yang sudah dibuat Pak Mahfud terhadap kasus ini?" ujar Koordinator SDI Bintang Wahyu Saputra dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

Bintang menuding pernyataan Mahfud Md kontraproduktif dengan pengusutan kasus Ferdy Sambo.

"Menko Polhukam rajin menulis twit lewat akun Twitternya, termasuk kasus Brigadir J. Coba saja lihat Twitter beliau. Hampir semua persoalan di republik diresponsnya lewat twitter," kata Bintang.

Bintang mengklaim publik lebih suka jika Mahfud Md mengambil tindakan konkret ketimbang berkomentar. Dia kemudian mengungkit pernyataan Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul yang menyindir Mahfud Md sebagai menteri komentator.

"Saya jadi miris membaca tanggapan Ketua Komisi III, Bambang Pacul yang menyebut Menkopolhukam sebagai menteri komentator saat lembaganya disebut diam pada kasus Brigadir J." kata Bintang.

Bintang menyebut kinerja Mahfud Md sebaiknya ditinjau ulang. "Sebaiknya Presiden meninjau kembali kinerja Menkopohukam. Kami tegaskan, Sahabat DPR meminta Presiden Jokowi mereshuffle Mahfud Md sebagai Menkopolhukam," kata Bintang.

Tanggapan Mahfud

Mahfud Md menanggapi SDI yang meminta kinerjanya dievaluasi gara-gara menyinggung 'DPR diam' dalam kasus Ferdy Sambo. Mahfud merespons dingin kritik ini.

"Ya, tak apa-apa," katanya saat dihubungi terpisah, Kamis (11/8). Mahfud kembali memberi jawaban serupa ketika dimintai tanggapan lebih lanjut.

Sebelumnya, pernyataan Mahfud Md soal DPR diam disampaikan dalam wawancara bersama Kompas TV, Mahfud Md menyinggung faktor-faktor dalam kasus Brigadir J. Mahfud menyinggung DPR, yang disebutnya diam.

"Misalkan saya katakan, psikopolitisnya, semua masyarakat heran, kenapa sih ini DPR kok diam? Ini kan kasus besar. Biasanya kan ada apa... paling ramai manggil-manggil. Ini nggak ada, tuh," kata Mahfud.

Mahfud Md kemudian menyinggung istilah 'mabes dalam mabes'. Mabes yang dimaksud adalah markas besar.

"Ini bagian psikopolitis, adanya mabes di dalam mabes, itu yang punya aliansi sendiri-sendiri," ujar Mahfud Md.

Lihat juga Video: Direktur IPO: Reshuffle Kali Ini Akomodasi Politik

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT