Bantuan PBB Bagi Korban Gempa DIY-Jateng Hingga Akhir Juli
Minggu, 25 Jun 2006 07:02 WIB
Yogyakarta - Badan Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) memperkirakan hanya dapat melanjutkan penyaluran bantuan bahan pangan bagi korban Gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga akhir Juli 2006. Hal ini disebabkan minimnya komitmen dana bantuan dari para donor.Dalam dokumen Rencana Tanggapan Darurat yang disusun bersama oleh tim PBB di Indonesia, sekitar USD 103 juta (Rp 966 miliar) diperlukan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa. Namun sampai saat ini dana yang dijanjikan atau yang dijadikan komitmen baru mencapai USD 23 juta (Rp 216 miliar), atau kurang dari 23 persen."Tanpa tambahan dana baru, bantuan pangan bagi kaum rentan, terutama wanita dan anak-anak, harus dikurangi secara drastis, meskipun pemerintah, WFP, serta mitra kerjanya telah menyalurkan lebih dari 6.000 ton bagi 1,7 juta orang," ujar Laksmita Noviera, Information & Advocacy Officer, UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) Indonesia, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (25/6/2006).Empat minggu setelah gempa mengguncang, tambah dia, yang mengakibatkan kerusakan parah terutama di Bantul, Kota Yogyakarta, dan Klaten, semakin memperlihatkan kerusakan yang ditimbulkan, terutama perumahan, lebih buruk dari dugaan semula.Disebutkannya, setidaknya satu juta orang kehilangan rumah mereka, dan rekonstruksi diperkirakan akan memakan waktu minimal dua tahun. Menurutnya masih diperlukan dana untuk menyediakan hunian darurat bagi lebih dari 300.000 orang."Walaupun sampai saat ini lebih dari 106.000 terpal dan tenda telah disalurkan oleh pemerintah dan organisasi kemanusiaan, diperkirakan sampai akhir Juli hanya 48 persen dari seluruh masyarakat yang kehilangan rumah akan menerima bantuan hunian darurat," terang dia.
(fjr/)











































