Hilangkan Trauma, Pelajaran Olahraga dan Agama Ditambah

Hilangkan Trauma, Pelajaran Olahraga dan Agama Ditambah

- detikNews
Sabtu, 24 Jun 2006 16:33 WIB
Yogyakarta - Untuk menghilangkan trauma dan stres pada semua murid sekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), materi pelajaran agama dan olahraga akan ditambah.Dua mata pelajaran tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Sugito saat menjawab pertanyaan wartawan di sela mendampingi Mendiknas Bambang Sudibyo mengunjungi SMA Muhammadiyah Sewon Bantul, Yogyakarta, Sabtu (24/6/2006)."Materi pelajaran agama dan olahraga untuk tahun ajaran 2006/2007 akan kita perbanyak atau ditambah materinya," kata Sugito.Dia mengatakan, kedua mata pelajaran tersebut sangat penting untuk menghilangkan trauma dan stres semua murid yang terkena bencana gempa.Sebab hampir semua siswa di DIY di Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul masih trauma pascagempa. Mereka masih takut bila belajar di dalam kelas dan melihat gedung sekolah ikut hancur.Selain penambahan materi pelajaran, katanya, juga akan ditambah waktunya, serta tambahan materi untuk mata pelajaran lainnya, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN)."Tambahan materi tersebut akan kita berikan selama dalam kondisi darurat hingga 1 tahun mendatang," ujarnya.Sugito menambahkan, untuk tahun ajaran 2006 yang akan dimulai pada 17 Juli mendatang, Dinas Pendidikan DIY masih kekurangan tenda untuk sekolah sebanyak 2 ribu buah. Total gedung sekolah SD, SMP dan SMA sebanyak 4.552 kelas."Baru ada sekitar 2.500-an dan masih kurang 2 ribu tenda. Kita berharap sebelum masuk sekolah 17 Juli tenda sudah ada dan mencukup," katanya.Menurut dia, sekolah di tenda-tenda akan dilakukan selama kondisi darurat masih berlangsung selama 1,5 tahun atau hingga selesai dibangun kembali gedung-gedung sekolah. Untuk meja atau kursi sebagian masih bisa digunakan."Tapi bila tidak ada, terpaksa masih duduk lesehan. Tenda sekarang ini jadi prioritas awal sebelum tahun ajaran dimulai," katanya. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads