ADVERTISEMENT

Balita di Tangerang Diduga Diberi Obat Kedaluwarsa Usai Imunisasi

Khairul Ma'arif - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 17:05 WIB
Balita di Tangerang Diduga Diberi Obat Kedaluwarsa usai Imunisasi
Parasetamol yang diduga telah kedaluwarsa diberikan kepada balita imunisasi di Tangerang. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Anak balita di Karang Tengah, Kota Tangerang, diduga mengonsumsi obat kedaluwarsa usai menjalani imunisasi. Obat kedaluwarsa itu disebut-sebut diberikan oleh salah pihak puskesmas yang melakukan imunisasi DPT kepada balita.

Salah satu orang tua balita, Widya (26), mengaku mengetahui hal ini setelah membaca informasi ibu-ibu lain di grup WhatsApp. Widya lalu mengecek obat yang diberikan kepada anaknya dan ternyata benar sudah kedaluwarsa.

"Imunisasinya pagi jam 09.30 dikasih obat pas udah pulang ke rumah sekitar jam 12.00-an. Tahunya pas di grup WhatsApp ada yang komentar kok ini obatnya kedaluwarsa, terus saya kaget. Pas saya cek ternyata bener sama. Berarti kan semuanya sama pas imunisasi di kasih obatnya," kata Widya kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Wydia mengaku tidak mengecek tanggal kadaluwarsa obat tersebut. Ia sudah telanjur percaya karena obat tersebut diberikan puskesmas.

"Nggak (mengecek), pikir saya kan, saya lalai juga kan, cuma kan pikir saya orang medis harusnya lebih teliti lagi kan, itu kan obat bukan sekadar makanan," tambahnya.

Jenis obat yang dikonsumsi ialah parasetamol dan sudah sebanyak dua kali. Wydia menyebut, setelah mengkonsumsi obat tersebut, anaknya mengalami muntah-muntah. Parasetamol yang diberikan kedaluwarsa pada April 2020.

Ia mengaku sebelumnya sudah pernah imunisasi tapi tidak sampai seperti ini. Menurutnya, imunisasi yang pertama tidak sampai membuat anaknya panas.

"Sekali (muntah), pas jam 08.00 malam sebelum tidur. Udah (muntah), pas tahu obatnya kedaluwarsa itu. Nah yang ini yang di paha yang DPT, itu bikin panas makanya dikasih parasetamol," ucapnya.

Atas kejadian ini, Wydia melapor kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Laporannya dilakukan secara online melalui platform yang disediakan Pemkot Tangerang.

"Baru hari ini, itu yang ke Instagramnya Pak Arief (Wali Kota Tangerang), terus ada pengaduan lewat WhatsApp tuh, sudah saya WhatsApp ke situ, cuma baru diresponsnya pagi kan pas jam kerja. Jawabannya nanti ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pedurenan Kota Tangerang, Andita, saat dikonfirmasi mengatakan akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

"Mohon maaf. Sedang kami klarifikasi lebih lanjut karena posisi saya juga tidak di puskesmas," ujar Andita.

Tonton juga Video: Epidermolisis Bullosa, Kelainan Kulit Langka pada Manusia

[Gambas:Video 20detik]



(mea/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT