ADVERTISEMENT

Ketua DPR Jalankan Fungsi Pengawasan yang Baik di Kasus Tewasnya Brigadir J

Sukma Nur - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 16:45 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani
Foto: DPR
Jakarta -

DPR RI dinilai tengah menjalankan fungsi pengawasan yang baik dalam pengungkapan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Polri sebagai institusi Pemerintah memang harus terus diawasi kinerjanya, terlebih dalam kasus yang menyita perhatian publik seperti kasus tewasnya Brigadir J.

"Pernyataan tegas Ketua DPR agar Polri transparan dan jangan sampai ada yang ditutup-tutupi dalam kasus ini, sejalan dengan aspirasi rakyat, aspirasi netizen, yang ingin agar kasus ini diungkap secara terang benderang," kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Arie Juanedi, Rabu (10/8/2022).

Ari menilai pernyataan tegas Ketua DPR Puan Maharani sangat penting agar publik tidak terkuras energinya untuk mempergunjingkan isu-isu yang masih kabur seputar kasus penembakan Brigadir J.

"Jadi Puan sebagai pimpinan lembaga yang merepresentasikan rakyat, punya tanggung jawab pengawasan kepada Polri, agar energi publik tidak terkuras untuk terus menerus mempergunjingkan skandal yang masih kabur di tubuh Polri," kata Ari.

"Kalau kasusnya sudah jelas, terang benderang, publik kan tidak akan mempergunjingkannya lagi, sehingga energi bangsa ini kan bisa kembali digunakan untuk hal-hal yang produktif, apalagi kita sebentar lagi akan merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke-77," imbuh Ari.

Ari menilai pernyataan Ketua DPR tidak hanya penting agar Polri cepat menuntaskan kasus tersebut secara transparan, tetapi juga agar Korps Bhayangkara itu selanjutnya bisa melanjutkan tugas-tugasnya melayani masyarakat.

"Kalau Polri tidak diawasi oleh DPR dalam kasus ini, pelayanan masyarakat oleh Polri bisa saja terbengkalai karena energi Polri terkuras dalam kasus ini. Tapi sekarang kan DPR sudah minta kasus ini diselesaikan cepat, supaya Polri bisa kembali fokus dalam tugas-tugas melayani masyarakat," ujar Ari.

Soal motif yang belum diungkap Polri, kata Ari, DPR dalam fungsi pengawasannya yang tidak bertentangan dengan hukum acara, selanjutnya bisa mendorong penegak hukum tersebut untuk mengungkapnya dalam forum-forum DPR.

"Bisa saja nanti saat DPR rapat dengan Kapolri misalnya, soal motif yang belum diungkap itu ditanyakan oleh para legislator di Komisi Hukum," kata Ari.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Polri untuk segera menuntaskan kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya Brigadir J secara transparan.

"Apalagi kasus ini sudah banyak menyita perhatian publik yang cukup besar," kata Puan, Selasa (9/8/2022).

Puan meminta agar jangan ada pihak yang coba-coba mengaburkan atau bahkan menutup-nutupi kasus yang sudah menjadi perhatian publik tersebut.

"Ini menyangkut hilangnya nyawa seseorang, Polri harus bekerja profesional untuk menyelesaikan kasus ini, sekaligus menyelesaikan isu-isu liar yang sekarang beredar luas di masyarakat," tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengingatkan, ada banyak yang akan dipertaruhkan Polri apabila penyelesaian kasus kematian Brigadir J tidak dilakukan secara profesional. Ia juga menyebut, masyarakat telah mengawasi betul bagaimana Polri menuntaskan kasus ini.

"Akan menjadi preseden buruk apabila persoalan ini tidak diselesaikan dengan sebagaimana mestinya. Dan dampaknya akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada Polri," ungkap Puan.

Mantan Menko PMK itu menyatakan, DPR akan terus memantau perkembangan pengusutan kasus tersebut. Puan menegaskan, penyelesaian kasus ini harus dilakukan seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.

"Dengan tuntasnya kasus ini, Polri dapat kembali fokus ke tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus pelayanan kepada masyarakat," pungkas cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

Simak Video: Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya

[Gambas:Video 20detik]




(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT