ADVERTISEMENT

Perkembangan Kasus Brigadir J Terbaru, Ini 6 Hal yang Diketahui

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 13:46 WIB
Perkembangan kasus Brigadir J terbaru telah sampai pada tahap penetapan tersangka. Sudah ada empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J.
Perkembangan Kasus Brigadir J Terbaru, Ini 6 Hal yang Diketahui (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Perkembangan kasus Brigadir J terbaru telah sampai pada tahap penetapan tersangka. Kini, sudah ada empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J atau Brigadir Yoshua Hutabarat.

Seperti diketahui, telah terjadi penembakan terhadap Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022). Simak hal-hal baru terkait penembakan Brigadir J.

Perkembangan Kasus Brigadir J Terbaru: Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo resmi menjadi tersangka baru dalam kasus penembakan Brigadir J. Hal tersebut diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus telah memutuskan untuk menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," kata Jenderal Sigit, dalam jumpa pers, Selasa (9/8/2022).

Jenderal Sigit mengungkapkan jika hal ini merupakan komitmennya untuk membuat peristiwa ini terang benderang. Dia mengutip ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya agar mengungkap kasus ini dengan jelas.

"Ini juga merupakan komitmen kami dan juga menjadi penekanan Bapak Presiden untuk mengungkap kasus ini secara cepat, transparan, dan akuntabel dan juga tadi beliau perintahkan jangan ada yang ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya, jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dan ini tentunya menjadi perintah dan amanat yang tentunya saat ini dan kemarin juga telah kita laksanakan," kata Jenderal Sigit.

Perkembangan kasus Brigadir J terbaru telah sampai pada tahap penetapan tersangka. Kini, sudah ada empat tersangka  dalam kasus penembakan Brigadir J.Kapolri dalam jumpa pers, Selasa (9/8/2022) saat mengumumkan perkembangan kasus Brigadir J terbaru. (Foto: Azhar Bagas/detikcom)

Ferdy Sambo Ditahan di Rutan Brimob

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ferdy Sambo ditahan di rutan Mako Brimob. Nantinya, akan diputuskan akan ada pemindahan Ferdy Sambo atau tidak ke rutan lain.

"Irjen FS saat ini dipatsuskan di Rutan Brimob, tentunya setelah penetapan tersangka akan ditahan dan akan diputuskan apakah akan ditahan di Rutan Brimob atau tempat lain setelah pemeriksaan FS sebagai tersangka," terang Kapolri.

Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

Tim khusus yang menyelidiki kasus penembakan Brigadir J mengungkapkan kemungkinan kejadian sebenarnya. Ferdy Sambo (FS) diduga menyuruh Bharada E (RE) untuk menembak Brigadir J.

"Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J yang menyebabkan Saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh Saudara RE atas perintah Saudara FS," imbuh Jenderal Sigit.

Tidak Ada Tembak Menembak dalam Kasus Brigadir J

Kapolri mengatakan bahwa Ferdy Sambo menggunakan senjata Brigadir Yoshua untuk menembak dinding berkali-kali. Hal tersebut dilakukan Ferdy Sambo untuk merekayasa peristiwa tembak-menembak.

"Kemudian, untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak-menembak, Saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik Saudara J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah telah terjadi tembak-menembak," tambah Jenderal Sigit.

Daftar 4 Tersangka Penembakan Brigadir J

Setelah penetapan Irjen Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J, dipastikan ada empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Siapa saja? Berikut infonya.

  1. Bharada RE
  2. Bripka RR
  3. Tersangka KM
  4. Irjen Pol FS

31 Anggota Polri Langgar Kode Etik Soal Kasus Brigadir J

Perkembangan kasus Brigadir J terbaru berikutnya adalah dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh 31 anggota Polri terkait meninggalnya Brigadir Yoshua. Mereka yang terlibat mulai dari personel Bareskrim Polri hingga Polda Metro Jaya.

"Kami menjelaskan bahwa 31 personel yang melanggar kode etik Polri, dari Bareskrim Polri ada 2 personel, satu pamen dan satu pama. Divpropam Polri ada 21 personel, perwira tinggi 3, perwira menengah 8, perwira pertama 4 personel, bintara 4, dan tamtama 2 personel. Kemudian personel Polda Metro Jaya ada 7 personel, perwira pangkat menengah 4 personel dan perwira pertama 3 personel," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Simak Video: Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT