ADVERTISEMENT

KPK Segera Panggil Dandim Jayawijaya soal Dugaan Bantu Bupati Ricky Kabur

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 13:40 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menduga pelarian Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) ke Papua Nugini dibantu sejumlah pihak, termasuk oknum TNI, yaitu Dandim 1702/Jayawijaya Letkol CPN Athenius Murib. KPK pun segera memanggil Letkol Murib.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut KPK telah berkoordinasi dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Koordinasi KPK dengan Jenderal Dudung itu terkait permintaan bantuan pemanggilan terhadap oknum TNI yang diduga membantu pelarian Bupati Ricky.

"Terkait itu saya sudah jelaskan ya bahwa beberapa waktu yang lalu kami sudah koordinasi dengan pihak KSAD TNI terkait bantuan pemanggilan terhadap dua anggota. Informasi terakhir sudah ada komunikasi," kata Ali kepada wartawan, Kamis (10/8/2022).

Ali menyebut dua oknum yang bakal dipanggil pemeriksaan KPK itu adalah Letkol Murib. Namun Ali belum menjelaskan kapan yang bersangkutan akan dipanggil.

"Yang dipanggil oleh KPK betul salah satunya Dandim. Tapi tentu KPK saat ini belum bisa menyampaikan apa yang ditanyakan pada pihak dari TNI," ucapnya.

"Nanti update-nya tentu akan kami sampaikan mengenai waktu pemeriksaannya," tambahnya.

RHP Kabur ke Papua Nugini Saat Mau Dijemput Paksa

Ali Fikri mengatakan pihaknya awalnya melayangkan surat panggilan terhadap RHP untuk diperiksa sebagai tersangka. Hanya, RHP tak memenuhi panggilan tersebut.

"Yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan tersebut tanpa dasar argumentasi hukum yang sah dan Tim Penyidik menilai hal ini bentuk tindakan tidak kooperatif," kata Ali, Sabtu (16/7).

KPK lantas mengirimkan tim untuk menjemput paksa tersangka RHP. Namun yang terjadi selanjutnya RHP sudah tidak ditemukan alias kabur.

"KPK selanjutnya berupaya melakukan jemput paksa kepada tersangka dimaksud di wilayah Papua namun tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan," jelasnya.

Sementara Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengakui RHP sempat terdeteksi berada di Jayapura pada Rabu (13/7). Namun belakangan tersangka disinyalir sudah kabur ke Papua Nugini melalui jalan tikus.

"Ada dugaan kuat RHP telah melarikan diri ke negara tetangga Papua Nugini (PNG). Terakhir kita dapatkan informasi dia diantar di Pasar Skouw, Kamis (14/7) pagi," ujar Faizal di Jayapura, Jumat (15/7).

"Kita masih upayakan, kita sebarkan jaringan kontak-kontak kita di sebelah," sambungnya.

Lihat Video: Bupati Mamberamo Tengah Bawa 3 Tas Saat Kabur ke Papua Nugini

[Gambas:Video 20detik]

(fas/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT