ADVERTISEMENT

Dokter Surabaya Ini Kaget Dapat 'Surat Cinta' Denda Rp 80 Juta dari PLN

Tim detikJatim - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 11:36 WIB
Curhat dokter yang didenda Rp 80 juta oleh PLN
Surat denda Rp 80 juta dari PLN yang diterima dokter Surabaya. (Tangkapan Layar)
Surabaya -

Seorang dokter di Surabaya, Jawa Timur, dapat 'surat cinta' yang berisi tagihan denda dari PLN. Nilai denda itu tak main-main, Rp 80 juta.

Dilansir detikJatim, dokter tersebut adalah dr Maitra D Wen, Sp.And (K), MClinEmbryol. Ia menulis curhatannya di Instagramnya, @dr.maitra_sp.and_mce. detikJatim telah menghubunginya dan diizinkan untuk mengutip curhatannya di medsos.

"Pelajaran berharga senilai Rp. 80jt di hari Senin nan indah. Penting tuk dicermati bersama spy tdk terjadi hal serupa. Long story short, saya sudah membeli dan menempati rumah ini selama 12 tahun. Selama ini tidak pernah ada masalah berarti dengan PLN selain tiba2 mati lampu :)," tulis dr Maitra saat membuka curhatannya di medsos yang dilihat detikJatim di Surabaya, Selasa (9/8/2022).

Ia menceritakan, rumahnya kedatangan petugas dari PLN yang melakukan survei meteran listrik di perumahannya. Lalu, ketika di rumahnya, ia mengaku kaget bukan main. Ternyata petugas menyatakan segel meteran milik dr Maitra ada yang terbuka.

"Ada semacam kabel yang dikatakan seharusnya tidak ada. Diduga kabel tersebut bisa memperlambat putaran meteran dan membuat tagihan listrik menjadi berkurang. Diberilah denda 80jt tsb, yg tentunya jika tdk dibayar, listrik diputus," tambah dr Maitra.

Saat dimintai konfirmasi detikJatim, ia mengaku sempat meminta solusi hingga keringanan. Namun permintaan itu tak membuahkan hasil hingga mau tak mau sang dokter membayar dendanya.

"Saya diskusi mungkin nggak, ada pengurangan atau bagaimana. Saya bukan yang mengerahkan otot untuk dibebaskan, siapa tahu ada kebijakan karena saya kan nggak salah. Tapi menurut mereka nggak pernah ada, jadi kalau kena denda ya kena denda," ungkap dr Maitra kepada detikJatim, Selasa (9/8).

Sementara itu, dihubungi terpisah melalui WhatsApp, Manajer PLN UP3 Surabaya Selatan Muhammad Rizlani menegaskan bahwa kasus yang terjadi di rumah dr Maitra itu merupakan tanggung jawab konsumen. Sebab, meteran listrik itu ada di area rumah.

"kWh meter posisinya di rumah pelanggan. Kewajiban pelanggan untuk menjaga," tegas Rizlani.

Baca selengkapnya di sini.

Simak juga Video: Sah! Tarif Listrik Naik, Dirut PLN: Kalau Pindah Daya, Ya Monggo

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT