ADVERTISEMENT

Polri: Tak Ada Rekayasa Autopsi Brigadir J

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 10:49 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo
Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Dok. Polri)
Jakarta -

Polri menegaskan tak ada rekayasa terkait hasil autopsi jenazah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Polri menyampaikan hasil autopsi kedua bakal diumumkan dalam waktu dekat.

"Tidak ada rekayasa autopsi. Nanti dari Perhimpunan Kedokteran Forensik dalam waktu dekat akan mengumumkan hasil dari autopsi yang kedua atau telah kita laksanakan ekshumasi yang kemarin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Dedi mengatakan tim khusus saat ini masih mendalami soal perintah Sambo terkait olah TKP awal penembakan Brigadir J. Tim khusus masih memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti

"Perintah-perintah terhadap 31 orang dan yang ditetapkan sebagai terperiksa akan didalami oleh irsus. Irsus akan mendalami sejauh mana perintah FS kepada orang per orang dan perannya," ujar Dedi.

Perihal alasan Sambo memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J, Timsus juga masih melakukan pemeriksaan. Dedi menegaskan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen untuk membuka kasus ini seterang-terangnya.

"Ini masih bagian objek pemeriksaan penyidik. Ini masih berproses semuanya. Malam ini pak kapolri sudah menyampaikan komitmennya membuka kasus ini seterang-terangnya. Dan menetapkan tersangka FS dan tersangka K terkait menyangkut masalah peristiwa pasal 340 pasal 338 Jo 55 Jo 56," imbuh dia.

4 Tersangka Ditetapkan Kasus Brigadir J

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka terkait tewasnya Brigadir J. Ferdy Sambo diduga memerintah Bharada E untuk menembak Brigadir J.

"Timsus menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," kata Jenderal Sigit di kantornya, Selasa (9/8).

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkap peran Ferdy Sambo di kasus tewasnya Brigadir J. Dia mengatakan Ferdy Sambo menyuruh Bharada Richard Eliezer menembak Brigadir J.

"Menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga," kata Komjen Agus.

Bharada RE berperan menembak Brigadir J. Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan korban. Keempatnya dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.

"Penyidik menerapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55-56 KUHP," ucap Agus.

Simak video 'Drama Kebohongan Ferdy Sambo, Otak di Balik Tewasnya Yoshua':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT