ADVERTISEMENT

Ferdy Sambo Tersangka Kasus Brigadir J, Komnas HAM Tetap Lanjut Penyelidikan

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 22:55 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Anggi-detikcom)
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Polri menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Komnas HAM menyatakan penyelidikan dugaan pelanggaran HAM terkait tewasnya Brigadir Yoshua tetap dilanjutkan.

"Sampai malam ini belum ada (konfirmasi pemeriksaan Ferdy Sambo). Semoga agenda itu masih bisa dilaksanakan. Opsi kami, kami memang berharapnya di Komnas HAM, namun kalau dibutuhkan dengan berbagai pertimbangan dan sebagainya, kami harus minta keterangannya di Brimob, ya kami akan ikuti. Tapi kami berharap Kamis masih bisa menyelenggarakan permintaan keterangan Saudara Ferdy Sambo," kata komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, Selasa (9/8/2022).

Anam mengatakan pihaknya mengapresiasi Polri dalam penetapan tersangka terhadap Ferdy Sambo. Anam berharap dengan penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tersebut menjadi lebih terang.

"Yang pertama-tama memang kami hormati apa yang sudah diumumkan rekan rekan kepolisian sudah menetapkan tersangka," katanya.

"Dalam konteks HAM dalam proses seperti itu, ini ngomong konsep itu disebut sebagai salah satu obstruction of justice. Kedua, terkait Pak Ferdy Sambo yang ditetapkan tersangka (Pasal) 340 ya kami mengapresiasinya, ada 340 ada 338 kan, kami mengapresiasinya. Semoga ini jadi terangnya peristiwa dan menjawab berbagai dinamika publik yang selama ini beredar," sambungnya.

Anam mengatakan pihaknya dan kepolisian masih mendalami motif penembakan tersebut. Dia menyebut pihaknya masih menunggu hasil dari ekshumasi jenazah Brigadir J.

"Seperti yang kita umumkan beberapa waktu lalu bahwa kami menunggu proses ekshumasi. Kenapa penting nunggu proses ekshumasi itu, karena itu juga bagian dari permintaan keluarga Jambi. Kan diawali gitu, kami kan berangkatnya dari keluarga di Jambi," katanya.

Meski telah ada penetapan tersangka, Anam mengatakan pihaknya tetap akan melanjutkan proses pemeriksaan. Dia berharap proses pemeriksaan balistik dan Ferdy Sambo dapat berjalan sesuai dengan rencana.

"Kalau agenda besok apakah soal balistik masih berjalan, kami masih berjalan," kata Anam.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan fakta terbaru soal kematian Brigadir J atau Yoshua Hutabarat. Kapolri menyebut Irjen Ferdy Sambo memerintahkan penembakan.

"Timsus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J yang menyebabkan Saudara J meninggal dunia yang dilakukan Saudara RE atas perintah Saudara FS," kata Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pun ditetapkan sebagai tersangka.

"Timsus menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," kata Jenderal Sigit

Ferdy Sambo disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dia menjadi tersangka keempat dalam kasus ini. Tersangka lainnya ialah Bharada Eliezer, Bripka Ricky, dan Kuat.

(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT