Cluster Flu Burung Indonesia Bukan Pandemi
Jumat, 23 Jun 2006 21:50 WIB
Jakarta - Kasus-kasus flu burung yang menjangkiti satu keluarga (cluster) membuat masyarakat khawatir apakah penyakit ini sudah menular antar manusia. Jawabannya cukup melegakan hati."Situasi semua cluster yang terjadi di Indonesia adalah bukan situasi Pandemi," ujar Sekretaris Komnas Pengendalian Flu Burung dan Pandemi Influenza (FBPI) Bayu Krisnamurti dalam jumpa pers di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (23/6/2006).Hal tersebut adalah salah satu kesimpulan rapat teknis dan konsultasi Komnas FBPI bersama pakar Internasional WHO dan FAO. Mereka kembali mendorong berbagai pihak bersama-sama menangani masalah flu burung.Menurutnya, upaya mencari solusi penanggulangan virus flu burung bisa dimulai dengan meneliti kesembuhan 13 orang yang pernah sakit flu burung. "Kami akan meriset mereka untuk pemecahan kasus suspect flu burung berikutnya," ungkap Bayu.Bayu menjelaskan, Indonesia sudah melakukan usaha yang baik namun masih belum memuaskan dalam penanggulangan virus flu burung. Dia menegaskan penularan antar manusia masih belum terbukti."Di Indonesia masih virus H5N1 yang berasal dari unggas dan kita maupundunia masih dalam fase 3 (penularan unggas ke manusia)," kata Bayu.FBPI bersama WHO dan FAO merekomendasikan pemerintah mengembangkan sistem surveilans penyakit hewan nasional. Pemerintah juga harus bersikap transparan terhadap hasil investigasi cluster Karo yang menewaskan 7 dari 9 anggota keluarga.Pemerintah dalam departemen-departemen terkait diminta berkolaborasi dengan Komnas FBPI dalam pengendalian dan pencegahan pada sektor agrikultur dan kesehatan manusia."Indonesia bisa dipandang dunia akan memberikan benefit lagi jikakoordinasi ini bisa dijalankan dengan baik," kata Bayu.
(fay/)











































