Diknas Riau: UN Sudah Diawasi dengan Ketat

Diknas Riau: UN Sudah Diawasi dengan Ketat

- detikNews
Jumat, 23 Jun 2006 20:31 WIB
Pekanbaru - Meski banyak murid mengaku mendapat bocoran jawaban soal ujian nasional (UN), namun Kantor Pendidikan Nasional (Diknas) Riau tidak percaya. Sebab, saat UN digelar, pengawasan secara ketat telah dilakukan. Hal ini disampaikan Kasubdin Pengawasan Pendidikan Diknas Provinsi Riau, Makrum, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/6/2006) di Pekanbaru. Menurut dia, selama proses pelaksanaan UN berlangsung, pihaknya telah melakukan pengawasan yang begitu ketat dengan juga melibatkan polisi. "Tolong wartawan tidak mengembangkan isu soal bocoran ujian nasional di tempat kita ini. Sebab, selama ini semua itu hanya isu. Kami sendiri bersama pihak kepolisian bersama mengawasi soal adanya kebocoran tersebut. Tapi nyatanya memang tidak ada kebocoran selama ujian nasional," kata Makrum. Dia menjelaskan, tingkat kelulusan SLTA se-Riau tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun 2006, SMU Negeri dan swasta dengan jumlah 28.903 murid, 96,3 persen lulus. Sedangkan tahun 2005, tingkat kelulusan hanya 79,19 persen. "Tahun ini tingkat kelulusan kita meningkat, namun bukan karena ada bocoran soal dari guru," tegasnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk Madrasah Aliyah tingkat kelulusan se Riau mencapai 93,32 persen atau hanya 456 murid yang tidak lulus. Sedangkan untuk Sekolah kejuruan (SMK) tingkat kelulusan 95,37 persen atau sekitar 477 murid yang tidak lulus. Tinjau Ulang UNSementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Masyarakat Indonesia di Riau, Alfian Djoeremie mengatakan, sebaiknya UN secara nasional ini segara ditinjau ulang. Ini diperlukan, guna masa depan pendidikan secara nasional. Bentuk disentralisasi pendidikan saat ini, hanya akan menghancurkan pendidikan itu sendiri. "Dengan penerapan ujian nasional, yang terjadi adalah, rasa ketakutan guru akan ketidaklulusan muridnya. Sebab, bila di sebuah sekolah banyak murid yang tidak lulus, itu akan menjatuhkan kredibilitas sekolah. Jadi bukan rahasia lagi, setiap ujian nasional, guru baik secara person dan terorganisir berkepentingan memberikan bocoran soal," kata Alfian. (asy/)


Berita Terkait