Perkembangan Signifikan Kasus Brigadir J dalam 6 Hari

ADVERTISEMENT

Perkembangan Signifikan Kasus Brigadir J dalam 6 Hari

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 17:17 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengumumkan tersangka baru dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Detik-detik sebelum pengumuman tersangka, rumah Irjen Ferdy Sambo dijaga Brimob, Selasa (9/8/2022).
Suasana menjelang pengumuman tersangka baru pembunuhan Brigadir J (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo mengalami perkembangan signifikan. Dalam waktu enam hari, para pelaku pembunuhan Brigadir J pun diumumkan.

Sebagaimana diketahui, Brigadir J tewas pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Saat itu, kematian Brigadir J baru diumumkan tiga hari sesudahnya dengan narasi baku tembak dengan Bharada Eliezer atau Bharada E.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Kasus pun terus mengalami perkembangan signifikan. Skenario baku tembak pun berubah menjadi skenario pembunuhan.

Dirangkum detikcom, Selasa (9/8/2022), berikut ini perkembangan signifikan kasus kematian Brigadir J:

3 Agustus: Bharada E Jadi Tersangka Pembunuhan

Kasus yang sebelumnya mengarah pada aksi bela diri kemudian berubah menjadi aksi pembunuhan. Bharada E pun menjadi tersangka pembunuhan. Ia dijerat pasal berlapis terkait kasus kematian Brigadir J dalam kasus tembak-menembak di rumah Irjen Ferdy Sambo. Bukan hanya dijerat pasal pembunuhan, Bharada E juga dijerat dengan pasal turut serta.

4 Agustus: Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Polri

Esok harinya, Irjen Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada 4 Agustus 2022. Ia juga meminta maaf atas dugaan pembunuhan yang terjadi di rumah dinasnya tersebut.

4 Agustus: 25 Polisi Diperiksa, Sambo Dkk Dimutasi

Kasus ini terus berkembang. Sebanyak 25 polisi pun telah diperiksa dalam pengusutan kasus tewasnya Brigadir J. Ke-25 polisi itu diperiksa atas dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP). Tak lama setelahnya, Sambo dimutasi ke Yanma Polri bersama Karo Provos Divisi Propam Brigjen Pol Benny Ali dan Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan.

6 Agustus: Ferdy Sambo Ditempatkan di Mako Brimob

Tak lama setelah dimutasi, Irjen Ferdy Sambo kini ditempatkan di Mako Brimob selama 30 hari oleh Inspektorat Khusus (Itsus) Polri. Hal itu terkait pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dia disebut tidak profesional dalam hal pengambilan CCTV.

Apa perkembangan selanjutnya? Baca halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Ada Oknum yang Tak Suka, Pengacara Bharada E Minta Perlindungan Jokowi

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT