Minyak Tanah Langka di Sumbar, Industri Diduga Menyelewengkan

Minyak Tanah Langka di Sumbar, Industri Diduga Menyelewengkan

- detikNews
Jumat, 23 Jun 2006 19:07 WIB
Padang - Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa waktu terakhir diduga karena penyalahgunaan minyak tanah jatah rumah tangga (bersubsidi) untuk kepentingan industri.Setelah mengalami penurunan sekitar 9,5 persen sejak kenaikan harga BBM, permintaan minyak tanah di Sumbar mulai meningkat lagi sejak Mei 2006.Anehnya, permintaan minyak tanah dari kalangan industri justru berkurang drastis hingga 100 kali lipat.Demikian disampaikan Kepala Pertamina Cabang Pemasaran Padang, Djoko Suprijanto, dalam keterangan persnya, Jumat (23/6/2006)."Sejak Januari hingga pertengahan Juni 2006, permintaan minyak tanah untuk keperluan bisnis yang dijual Rp 6.000 per liter hanya 5.000 liter. Sementara, Januari sampai Desember tahun lalu permintaan untuk industri mencapai 545 kiloliter," urainya.Menurut Djoko, pihaknya tidak pernah mengurangi pasokan minyak tanah untuk wilayah Sumbar, bahkan terus ditingkatkan. Oleh sebab itu, Pertamina menduga kelangkaan minyak tanah terjadi karena telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab."Dugaan kami, minyak tanah itu dioplos dengan bahan lain untuk bahan bakar kendaraan, campuran aspal dan untuk bahan bakar mesin kapal nelayan. Kami juga menduga, minyak tanah tersebut juga dibawa keluar Sumbar secara ilegal," katanya.Dikatakan Djoko, untuk mengatasi penyelewengan penggunaan minyak tanah itu, pihaknya meminta para agen untuk ikut mengawasi jalur distribusi. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kapolda dan Gubernur Sumbar."Minggu mendatang kita akan melakukan operasi pasar di empat kecamatan di Kabupaten Solok. Sebelumnya, operasi pasar sudah dilakukan di sejumlah tempat di Pesisir Selatan," ungkap Djoko. (sss/)


Berita Terkait