#77PortraitAnakBangsa

Sosok Ara Kusuma, Sang Pahlawan Muda bagi Masyarakat Desa

Atta Kharisma - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 15:06 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G
Foto: Dok. OPPO
Jakarta - Kata pahlawan selama ini identik dengan sosok yang berjuang hingga titik darah penghabisan memperjuangkan bangsa dan negara. Namun di zaman sekarang, menjadi pahlawan tidak harus mengorbankan jiwa raga, tapi dapat dilakukan dari hal yang paling kecil sekalipun.

Terlebih di era globalisasi seperti sekarang. Perkembangan teknologi dan inovasi, serta kemudahan dalam memperoleh informasi dapat mentransformasi siapapun menjadi sosok pahlawan, bahkan generasi muda.

Hal inilah yang dilakukan oleh Kusuma Dyah Sekar Arum. Berbekal pengetahuan dan informasi yang dimilikinya, perempuan yang kerap disapa Ara Kusuma itu berhasil menjadi pahlawan melalui upaya-upaya membantu sesama.

Ara adalah pendiri dari berbagai gerakan dan project yang ia canangkan demi menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Menariknya, keinginan untuk membantu sesama ini telah terpatri dalam dirinya sejak usia dini.

Saat masih berusia 10 tahun, Ara dan keluarga harus pindah dari Depok ke Salatiga lantaran sang kakek yang jatuh sakit. Ara yang memiliki obsesi terhadap sapi kemudian menghabiskan waktunya bersama keluarga dengan mengunjungi berbagai peternakan di Salatiga, Solo dan Boyolali.

Ara pun menyaksikan perbedaan pengolahan sapi pada peternakan swasta dan individu di desa. Peternakan individu hanya mampu menjual susu perah dengan harga murah ke koperasi, sementara peternakan swasta bisa mengolah susu, daging, kotoran hingga urin sapi secara terintegrasi untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi.

Melihat kondisi tersebut, Ara dan kedua orang tuanya tergerak untuk meningkatkan kesejahteraan peternak individu. Ia kemudian mengajak peternakan swasta untuk melakukan sharing session dengan peternak di desa.

Proyek ini kemudian diberi nama Moo's Project, yang kegiatan utamanya mengedukasi peternak desa mengenai bagaimana mengelola sapi dengan terintegrasi. Moo's Project yang dicetus Ara ini menghasilkan 6 'emas', yakni mengelola susu sapi, dagingnya, kotoran, urin, biogas, agrowisata dan penghijauan.

Inovasi yang ia lahirkan di usia belasan tahun itu membuat Ara dilirik oleh Ashoka sebagai Young Change Maker pada tahun 2008. Ashoka adalah sebuah organisasi kewirausahaan global yang memberi dukungan terhadap pengembangan entrepreneurship di dunia.

Kiprah Ara tak berhenti sampai di situ saja. Saat pandemi COVID-19, nurani Ara kembali tergerak kala melihat banyak anak-anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses internet untuk mengikuti kegiatan belajar secara daring. Belum lagi para guru dan orang tua yang bingung mendampingi anak ketika melakukan pembelajaran di rumah.

Akhirnya, Ara bersama dengan rekan-rekannya membuat Aha! Project untuk menyediakan sarana belajar demi menunjang pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk anak-anak belajar di rumah. Bekerja sama dengan guru-guru sekolah dasar untuk membuat modul kreatif yang disalurkan kepada anak-anak tersebut. Materi yang disampaikan dikemas melalui cerita narasi yang disesuaikan dengan konteks lingkungan mereka.

Untuk mengatasi masalah pendampingan, Ara melalui Aha! Project memberdayakan warga setempat yang memiliki waktu luang dan tertarik dengan pendidikan sebagai fasilitator untuk kegiatan pembelajaran. Para local champion ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari karang taruna, tokoh agama, guru, hingga orang tua.

Bersama para local champion, mereka membuat grup-grup kecil yang berfungsi sebagai ruang diskusi. Sehingga, anak-anak tidak hanya belajar dari modul, tapi juga berinteraksi dengan local champion. Kegiatan pembelajaran juga kerap digelar di luar ruangan untuk mengajak anak-anak menjelajahi lingkungan di sekitar mereka.

Hingga saat ini, Aha! Project sudah tersebar di 64 titik di 18 provinsi se-Indonesia. Sedangkan, total anak yang mendapat manfaat dari Aha! Project mencapai lebih dari 4.500 orang.

Kontribusi Ara sebagai generasi muda untuk masyarakat merupakan salah satu wujud menjadi pahlawan. Lewat Moo's Project Ara menjadi pahlawan bagi peternak desa, dan bersama Aha's Project ia menjadi pahlawan bagi anak-anak di pelosok. (akn/ega)