Sisa Kepingan Puzzle di Kasus Tewasnya Brigadir J

ADVERTISEMENT

Sisa Kepingan Puzzle di Kasus Tewasnya Brigadir J

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 14:30 WIB
Keluarga memakai kaos berwarna hitam bertuliskan #SAVEBRIGADIRJ saat proses autopsi ulang dan pemakaman. (foto: istimewa)
Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadi J (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J terus diusut. Keping demi keping puzzle fakta yang dikumpulkan membuat kasus ini semakin terang.

Setelah kasus ini mencuat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan membentuk Tim Khusus yang diketuai Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Tim ini ditugaskan mengungkap kasus yang sejak awal disebut dipenuhi kejanggalan.

Hari ini, Polri melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. Dan direncanakan sore tadi akan disampaikan tersangka baru kasus ini.

Kapolri juga melibatkan pihak eksternal, yakni Komnas HAM dan Kompolnas. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan 3 kali meminta agar kasus kematian Brigadir J ini diusut tuntas demi menjaga kepercayaan publik kepada Polri.

"Sejak awal, saya sampaikan usut tuntas," kata Jokowi seperti dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden saat meresmikan Terminal Kijing hingga Tower RSUD Soedarso di Kalimantan Barat, Selasa (9/8). Jokowi menjawab pertanyaan terkait Polri akan mengumumkan tersangka baru di kasus Brigadir J.

Jokowi meminta Polri membuka kebenaran dalam kasus tewasnya Brigadir J. Dia tak ingin ada yang ditutupi dalam kasus ini.

Sebagai informasi, Brigadir J tewas usai menerima sekitar 7 luka tembakan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7) di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Awal mula kasus mencuat Brigadir J disebut terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer. Saat itu disebutkan baku tembak keduanya diawali Brigadir J yang diduga melecehkan istri eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Sebulan kasus berlalu, muncul narasi lain dari informasi awal yang diungkap. Narasi baru ini muncul dari Polri, Komnas HAM, maupun pihak Bharada E.

Simak kepingan fakta di kasus ini pada halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Berulang Kali Jokowi Minta Kasus Brigadir J Jangan Ditutupi!

[Gambas:Video 20detik]



Berikut setidaknya 3 kepingan puzzle tersisa dari kasus tewasnya Brigadir J:

Motif Pembunuhan Brigadir J

Hingga saat ini belum diketahui motif terkait tewasnya Brigadir J. Hanya, dua tersangka, yakni Bharada E dan Brigadir Ricky, telah disangkakan pasal pembunuhan dan pembunuhan berencana.

Sejak awal mengumumkan tersangka pertama, Polri menyatakan akan mengusut pihak lain yang terlibat.

Siapa Perintah Bharada E?

Melalui pengacara, Bharada E mengaku dipaksa atasan untuk menembak Brigadir J. Namun belum dipastikan siapa atasan yang dimaksud pengacara Bharada E tersebut.

Bharada E juga mengaku diminta menjadi pihak pertama yang menembak Brigadir J. Namun, belum diketahui siapa pihak lain yang ikut menembak Brigadir J.

Pada sore ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengumumkan tersangka baru terkait kasus tewasnya Brigadir J.

Dalang atas kasus ini juga belum diungkap Polri.

Hasil Autopsi Ulang

Puzzle lain yang belum terungkap dalam kasus ini adalah hasil autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J yang dilakukan pada Rabu (27/7) lalu.

Mahfud mengatakan hasil autopsi boleh diumumkan ke publik. Proses autopsi ulang disebut memakan waktu sekitar 2 bulan.

Autopsi dilakukan sejumlah dokter forensik dari pihak eksternal yang independen dan tak bisa diintervensi.

Tim dokter autopsi ulang ini berasal dari luar Polri. Tim ini terdiri dari berbagai rumah sakit dan universitas yang independen.

(jbr/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT