Lia Eden: Negeri Ini Bakal Terkepung Bencana
Jumat, 23 Jun 2006 17:18 WIB
Jakarta - Bukan Lia Eden kalau tidak ada perlawanan. Tuntutan 5 tahun penjara tidak membuatnya takut. Lia malah menebar 'ancaman' baru pada hakim dan JPU, bahwa negeri ini akan dikepung bencana dari segala penjuru. Duh!'Ancaman' Lia disampaikan sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Jumat (23/6/2006), ditutup.Berikut pernyataan pimpinan komunitas Kerajaan Tuhan itu:"Saya sudah melepaskan hak pembelaan. Saya ingin menyampaikan bahwa tuntutan jaksa itu saya hadapkan pada Tuhan. Jadi saya ingin menyampaikan pendapat Tuhan, mohon tidak dipotong.Saya bersumpah di depan saya ada Al Quran. Demi Al Quran dan Tuhan, bila saya berkata tidak sesungguhnya meminta agar nyawa saya dicabut seketika dan kutuklah selama-lamanya hingga di akhirat."Mendengar pernyataan Lia, sekitar 30 pengikut setianya yang hadir dalam sidang tersebut seketika itu juga bersujud di lantai."Tiadalah selain Tuhan yang Maha Adil yang telah mendengarkan tuntutan jaksa yang bisa mengakibatkan kekualatan dan kebiadaban. Aku telah mengutus Samsuriati alias Lia Eden untuk menolong umat Islam.Nabi Muhammad berada pada Muhammad Abdul Rahman (salah satu pengikut Lia yang dibaiat sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad). Bila utusanku dipenjarakan, maka yang mencelakai utusanku itu adalah umat yang zalim.MUI dan ulama yang telah melaporkan kasus ini adalah yang bertanggung jawab atas keputusanku. Mengingat umat Islam telah memusuhi, telah melakukan terorisme, merusak rumah ibadah dan umat Islam sendiri telah menganiaya nabinya sendiri, aku telah melihat umat Islam menodai agamanya sendiri, mengkhianati namaku.Aku telah menghapuskan agama Islam dari sisiku. Negeri ini akan terkepung bencana dari segala penjuru dan umat Islam akan dihinakan dari umat-umat yang lain."Mendengar pernyataan Lia, puluhan pengikut Lia langsung pada menangis.Setelah itu Lia berdoa. Dalam doanya dia meminta Tuhan mengampuni bangsanya dan umat Islam.Sesaat kemudian Lia meninggalkan ruang sidang diiringi kidung Tahta Putih yang dinyanyikan para pengikutnya.
(umi/)











































