Lapindo Harus Beri Kontrakan Rumah
Jumat, 23 Jun 2006 16:37 WIB
Sidoarjo - Stres menimpa para pengungsi korban lumpur panas di Porong, Sidoarjo. Rasa bosan dan jemu pun mereka rasakan. Mereka merasa sudah lelah hidup di pengungsian."Kita sudah capek dan stres tinggal di penampungan. Lapindo harus bertanggung jawab kepada kami," cetus Maswadi (27), warga RT 20 RW 02, Desa Reno Kenongo, Porong, Sidoarjo, saat di temui di balai desa, Jumat (23/6/2006).Sebenarnya dia dan warga lainnya berharap pihak Lapindo tidak tinggal diam saja melihat kondisi mereka. Tetapi mencarikan solusi untuk tempat tinggal yang lebih baik."Warga ingin Lapindo mengontrakkan rumah. Karena rumah kami sudah dipenuhi lumpur setinggi 1,5 meter," ujarnya.Tambah lagi saat banjir lumpur terjadi, barang-barang berharga yang dimiliki warga belum sempat terbawa. "TV dan furnitur masih berada di rumah," ucapnya.Sementara itu tercatat sekitar 700 warga RT 20 RW 02 dari 189 KK menjadi pengungsi. 500 Warga menempati lokasi di Balai Desa Reno Kenongo dan sisanya sekitar 200 warga di tenda pengungsian di halaman masjid dan tenda TNI.Kondisi cukup memprihatinkan berlangsung bila malam tiba. Aula balai desa yang berukuran 10x10 meter itu hanya ditutupi kain tipis. Tidur pun harus berdempet-dempetan.Kebanyakan warga tidur dengan beralaskan karpet dan kasur busa setebal 5 cm, bantuan dari Lapindo. Tambah lagi untuk memenuhi seluruh kebutuhan pengungsi hanya tersedia 5 tempat mandi, cuci, kakus (MCK).
(ndr/)











































